Wamentan Sudaryono Tegaskan Swasembada, Siap Kembali ke Situbondo Dengarkan Aspirasi  Petani
09 Dec
Wamentan Sudaryono Tegaskan Swasembada, Siap Kembali ke Situbondo Dengarkan Aspirasi Petani

SITUBONDO - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, menegaskan capaian swasembada pangan nasional dan memastikan komitmennya untuk kembali ke Situbondo guna mendengar langsung keluhan para petani. Hal itu disampaikan usai bersilaturahmi dengan Pengasuh Ponpes Wali Songo, Kiai Kholil As’ad, Senin (8/12/2025) sore.

Sudaryono menyebut kunjungan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan permohonan doa kepada para ulama.

"Ya silaturahmi kita, kami, saya khususnya sebagai yang lebih muda, dulu kami kan mendampingi Pak Prabowo dulu ya waktu kampanye kita kunjungan sowan di sini. Kebetulan kami ada beberapa rangkaian acara di sekitar sini, ya afdolnya kita sowan pada guru kita, Kiai Kholil, apapun adalah guru kita, adalah panutan kita, kita takdim dan mohon doa kepada beliau untuk kita semuanya," ujarnya.

Ia juga menyinggung peran pesantren dalam mendukung ketahanan pangan nasional. "Kita tahun ini tidak impor beras lagi, tidak impor jagung lagi, clear kita swasembada di tahun ini. Kita akan teruskan swasembada ini untuk bidang-bidang lain, apakah itu ayam, apakah itu telur, apakah itu daging, susu," katanya.

Menurutnya, pesantren memiliki dua kekuatan utama untuk berkontribusi: kegiatan usaha internal seperti pertanian dan peternakan, serta pengaruh besar terhadap masyarakat sekitar.

"Kalau di Situbondo ini tentu saja Wali Songo punya pengaruh yang sangat kuat terhadap mayoritas hampir semua penduduk di Situbondo yang mayoritas profesinya adalah petani. Jadi tentu saja kita punya double impact di situ," ujarnya.

Soal capaian produksi, Sudaryono menyebut kenaikan signifikan secara nasional. "Secara nasional kita 13 persen, biasanya kan tahun lalu kita di 30 juta, tahun ini kita di 34,5, jadi naik 4,5 juta, jadi 13 persen," jelasnya.

Ia juga memastikan bencana di Sumatera tidak mengganggu pencapaian swasembada. "Yang terdampak bencana di Sumatera itu 30 ribu hektare. Dari 30 ribu itu yang puso itu 4.500 hektare. Tentu saja dibandingkan dengan jumlah total lahan produktif kita yang 7,3 juta hektare itu kecil, sehingga tidak memengaruhi produksi secara signifikan," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan bahwa ia meminta Wamentan kembali ke Situbondo untuk berdialog langsung dengan petani.

"Tadi ditanyakan apa yang bisa dibantu, saya minta datang aja dulu ke sini," ujarnya.

Mas Rio juga menyinggung pengurangan transfer ke daerah (TKD) dan menyebutnya sebagai proses pembenahan.

"Sementara dengan anggaran yang ada, ini kan bagi saya pengurangan anggaran itu kan kayak detoks. Detoks terhadap Pemkab seluruh Indonesia. Yang namanya detoks, ngeluarkan racun-racunnya itu. Makanya kita masih tidak terlalu banyak nuntut, kita kerjakan dulu apa adanya," katanya.

Meski ada penyesuaian anggaran, ia menyebut kondisi ekonomi Situbondo justru menunjukkan tren positif.

"Tapi nyatanya kan indikator makroekonomi kita bagus. Pertumbuhan ekonomi naik. Saya sampaikan tadi ke Pak Wamen dan beliau sangat senang dengan laporan itu," ujarnya.

Bupati memastikan agenda khusus akan digelar tahun depan untuk mempertemukan Wamentan dengan seluruh kelompok tani di Situbondo.

"Kita bikin acara tahun depan di sini. Minta bertemu dengan semua petani, petani kopi, petani jagung, beras, semuanya. Nanti biar setelah tahu apa yang mau dibantu ke kita, misalnya jalan tani, atau irigasi, atau traktor, atau apa macam-macam, biar lihat dulu aja," tandasnya.

 

(Diskominfo Situbondo)


Dibaca : 25X