Wabup Situbondo Kunjungi Korban Kebakaran di Curah Tatal, Janjikan Perbaikan Rumah Secepatnya
SITUBONDO - Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah kembali mengunjungi korban rumah kebakaran yang menimpa Suna, warga Dusun Cangkring, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Kamis, 06 November 2025. Kedatangan orang nomor dua di Kabupaten Situbondo ini didampingi oleh jajaran Dinas Sosial setempat.
Dalam kesempatan itu, Wabup yang akrab disapa Mbak Ulfi mengatakan, kedatangan ke lokasi tersebut sebagai bentuk empati pemerintah daerah kepada warganya yang tertimpa musibah.
Mbak Ulfi juga menyampaikan, rasa prihatin sekaligus dukungan moril kepada korban. Ia berharap Suna dan keluarga diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini.
“Semua yang terjadi adalah ketentuan Allah SWT. InsyaAllah di balik musibah ini, ada rezeki dan hikmah yang besar,”ujarnya.
Pemkab Situbondo, kata Mbak Ulfi, telah menyerahkan bantuan darurat berupa kebutuhan sandang dan pangan kepada korban. Bantuan ini merupakan langkah awal sebelum dilakukan pembangunan rumah baru yang akan dibiayai melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).
“InsyaAllah rumah Bapak Suna akan segera dibangun kembali melalui dana BTT, dan kami harap prosesnya bisa berjalan cepat," tegasnya.
Selain memberikan bantuan, Mbak Ulfi juga mengajak masyarakat dan pemerintah desa untuk bergotong royong membantu membersihkan sisa-sisa puing kebakaran. Ia menekankan pentingnya solidaritas sosial dalam menghadapi setiap musibah yang terjadi di lingkungan masyarakat.
Perempuan asal Kecamatan Jangkar ini juga mengingatkan seluruh warga agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap potensi kebakaran. Ia mengimbau agar masyarakat selalu memeriksa instalasi listrik dan kabel di rumah sebelum beraktivitas atau meninggalkan rumah.
“Mari kita bersama-sama menjaga keselamatan, karena musibah bisa datang kapan saja. Cek kabel, peralatan listrik, dan pastikan semuanya aman sebelum berangkat kerja," pintanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Situbondo Sruwi Hantanto mengatakan, penyebab kebakaran rumah Suna diduga karena korsleting listrik di salah satu ruangan. "Peristiwa kebakarannya itu sekitar pukul 07.00 WIB pagi. Saat kejadian korban sedang bekerja ikut tebang tebu, sehingga rumah dalam keadaan kosong," ucapnya.
Sruwi melanjutkan, kobaran api pertama kali terlihat oleh tetangga korban, yakni Misrono, saat itu ia sedang menyapu di halaman rumahnya. "Saya diberi tahu oleh warga yang melintas pulang dari mencari rumput yang melihat tali sapi melilit ke kakinya, lalu saksi mendatangi sapi tersebut untuk melepas talinya ketika kembali dari kandang ada kobaran api di dalam rumah korban," bebernya
Selanjutnya, kata Sruwi, saksi berteriak memberitahu kepada warga sekitar. Kemudian warga mendatangi lokasi dan bergotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya. "Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun rumah korban rusak total, sehingga korban mengalami kerugian hingga Rp20 juta," tuturnya.
Di sisi lain, korban kebakaran rumah, Suna menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemkab Situbondo yang peduli kepada warganya saat dilanda musibah.
"Ini merupakan hal yang tidak pernah saya duga, Pemkab Situbondo diwakilkan Mbak Ulfi selaku wabup langsung mengunjungi kami, memberikan semangat dan bantuan. Alhamdulillah ada semangat baru untuk kami bisa kembali berjuang hidup," ujarnya.
Suna menambahkan bahwa dirinya hidup sendiri dirumah yang telah puluhan tahun ia tinggali tersebut. "Banyak kenangan di rumah tersebut, mungkin dengan bantuan pembangunan baru oleh pemerintah dapat memunculkan kembali sedikit kenangan masa lalu," pungkasnya.
(Diskominfo Situbondo)
Dibaca : 38X



Pemerintah Kabupaten Situbondo