Wabup Situbondo Buka Acara Desiminasi Audit Kasus Stunting
19 Aug
Wabup Situbondo Buka Acara Desiminasi Audit Kasus Stunting

SITUBONDO - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Situbondo menyelenggarakan desiminasi audit kasus stunting, Senin, 19 Agustus 2024.

Acara yang berlangsung di Aula Lantai II Pemkab Situbondo tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Situbondo, Nyai Khoirani.

Dalam laporannya, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Situbondo, Imam Darmaji mengatakan, desiminasi audit kasus stunting ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan audit kasus stunting tahun 2023 kemarin. "Jadi di desiminasi ini akan dirumuskan tindak lanjut permasalahan-permasalahan pada saat audit kasus stunting. Jadi nanti semua OPD terkait bisa melaksanakan program kegiatannya sesuai dengan audit kasus stunting," ujarnya.

Imam memaparkan, ada beberapa penyebab munculnya kasus sunting, salah satunya ibu hamil yang kekurangan energi kronis. Sehingga ada kemungkinan bayi yang dilahirkan mengalami stunting.

"Oleh karena itu, pada saat sudah diketahui permasalahannya ini kita memberikan rekomendasi kepada OPD terkait. Misalnya Dinas Kesehatan melalui rumah sakit nanti bisa melakukan apa untuk pelayanan dokter spesialis kandungan, sehingga nanti diharapkan bayinya tindak stunting," bebernya.

Lebih lanjut, Imam menyampaikan, data dari DP3AP2KB Situbondo kasus sunting banyak ditemukan di daerah perkotaan. "Nah ini masih kita teliti kira-kira apa penyebabnya. Untuk daerah pedesaan ini kasus sunting cenderung menurun," tegasnya.

Menurutnya, ada 130 peserta dalam desiminasi audit kasus stunting ini. "Ini terdiri dari semua unsur tim percepatan penurunan stunting (TPPS -red) baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa," imbuh Imam.

Sementara itu, Wakil Bupati Situbondo, Nyai Khoirani mengapresiasi kinerja TPPS dalam menekan angka stunting di Kabupaten Situbondo. "Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2022, angka prevalensi stunting mencapai 30,9 persen. Kemudian turun menjadi 4,1 persen di tahun 2023. Ini merupakan keberhasilan kita semua," ucapnya.

Wabup mengungkapkan, atas keberhasilan tersebut, Pemkab Situbondo berhasil menerima penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia. "Penghargaan tersebut diberikan karena penurunan prevalensi stunting di Situbondo sangat bagus. Ini yang perlu kita syukuri bersama," pungkas Wabup Situbondo.


Dibaca : 115X