Talk Show dengan JTV, Bung Karna : Kualitas Tembakau Situbondo Sangat Bagus
24 Nov
Talk Show dengan JTV, Bung Karna : Kualitas Tembakau Situbondo Sangat Bagus

SITUBONDO - Bupati Situbondo, Karna Suswandi menjadi narasumber di acara Talk Show Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal dengan JTV, Rabu (24/11/2021). Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Graha Amukti Praja.

 

Bupati 54 tahun ini mengatakan, kualitas tembakau di Kota Santri Pancasila sangat bagus. Sehingga produk tembakau Situbondo bisa menembus pasar domestik dan internasional. "Tembakau kita ini banyak dibeli oleh warga Bandung dan Jakarta. Yang terkenal disini adalah tembakau Kayumas dan Tambeng, nah ini luar biasa sampai dikenal di mancanegara," ucap bupati.

 

Pria yang akrab disapa Bung Karna ini menerangkan, tembakau di Situbondo diolah dalam rajangan. "Rajangan ini ada dua jenis. Yakni rajangan kasar yang dikeringkan untuk pabrikan cerutu dan yang halus untuk dilinting sendiri," imbuhnya.

 

Lebih lanjut, Bung Karna mengungkapkan, ada 11 Kecamatan di Situbondo yang menjadi sentra penghasil tembakau. Diantaranya, Arjasa tepatnya di Desa Kayumas dan Besuki di Desa Tambeng. "Justrul di daerah pegunungan itu kualitasnya yang sangat bagus. Bisa jadi karena letak geografisnya yang ada di gunung atau tekstur tanahnya," ujarnya.

 

Bung Karna mengakui, persoalan yang dihadapi oleh petani tembakau di Kota Santri Pancasila adalah musim hujan. Karena apabila tanaman tembakau sudah terkena air hujan, maka kualitas menjadi jelek. 

 

"Untuk masalah pemasaran sampai saat ini tidak ada kendala. Tanaman tembakau akan semakin bagus apabila kondisi cuacanya cerah berawan, sehingga harga jualnya juga akan mahal," tegasnya.

 

Untuk itu, pria asal Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa ini menyampaikan, pihaknya akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau di Kota Santri Pancasila. Salah satu dengan memberi bantuan pupuk urea gratis.

 

"Kita mengalokasikan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) untuk membeli pupuk urea non-subsidi sebanyak 1228 Ton. Dimana nantinya akan diberikan secara gratis kepada para petani yang memiliki lahan pertanian dibawah 200 desiare. Termasuk ke petani tembakau. Jadi anggaran pupuk gratis ini kita ambilkan dari APBD dan DBHCHT. Totalnya Rp13,5 Miliar," pungkasnya. (Humas & Protokol).


Dibaca : 1486X