Situbondo Jadi Lokasi Perluasan Program Budidaya Udang Berwawasan Lingkungan
03 Nov
Situbondo Jadi Lokasi Perluasan Program Budidaya Udang Berwawasan Lingkungan

SITUBONDO - Kabupaten Situbondo ditetapkan sebagai daerah perluasan program pengembangan budidaya udang berwawasan lingkungan oleh Yayasan Konservasi Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat praktik perikanan berkelanjutan yang ramah ekologis di pesisir utara Jawa Timur.

Kesepakatan kerja sama tersebut ditandatangani antara Pemerintah Kabupaten Situbondo dan Yayasan Konservasi Indonesia di Wisda Rengganis, Pasir Putih, Senin (3/11/2025).

Ocean Program Director Yayasan Konservasi Indonesia, Budiati Prasetiamartati, mengatakan kerja sama ini akan difokuskan pada kajian dan penguatan sistem budidaya udang yang memperhatikan keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

“Ruang lingkup kesepakatan bersama ini meliputi pelaksanaan kajian dengan menggunakan pendekatan jurisdiksi untuk pengembangan budidaya udang. Selain itu juga berusaha untuk melakukan pengembangan dan kemitraan para pihak termasuk pemerintah daerah, pemerintah pusat, universitas, sektor swasta, masyarakat sipil, dan mitra pembangunan lainnya,” ujar Budiati yang akrab disapa Dias.

Menurutnya, Situbondo memiliki potensi besar dalam sektor perikanan, terutama pada komoditas udang. Namun, potensi tersebut perlu dikelola secara bijak agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem pesisir.

“Udang merupakan salah satu produk Situbondo yang paling besar dan membutuhkan dukungan yang terkait dengan pelestarian lingkungan di mana budidaya tambak itu dilakukan,” jelasnya.

Dias menambahkan, melalui kerja sama ini pihaknya akan melakukan pemetaan kondisi tambak udang di Situbondo untuk menentukan lokasi-lokasi potensial yang bisa dijadikan proyek percontohan (pilot project).

“Memastikan bahwa budidaya udang itu bisa berwawasan lingkungan dan praktik-praktik berkelanjutan seperti yang sudah ditegaskan oleh kebijakan pemerintah pusat bisa dijalankan oleh pelaku budidaya udang,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyambut baik inisiatif tersebut dan menyebutnya sebagai langkah maju menuju pembangunan yang berkeadilan terhadap alam.

“Mudah-mudahan ini langkah cepat, langkah maju kita untuk berbicara isu-isu yang sangat diminati terutama oleh kelompok di dunia kompartemen sosial dan lingkungan,” kata Bupati yang akrab disapa Mas Rio.

Mas Rio menegaskan, Situbondo memiliki garis pantai sepanjang 155 kilometer yang menjadi sumber kekayaan pesisir sekaligus tantangan besar dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alamnya.

“Kesalahan manusia adalah mengeksploitasi sumber daya tapi tidak menciptakan sumber daya baru. Dengan pendekatan baru ini, dibantu oleh Konservasi Indonesia, saya kira Situbondo harus menjadi praktik baik,” ucapnya.

Ia berharap kolaborasi ini menjadi model sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara profit ekonomi dan kelestarian lingkungan.

“Situbondo punya visi ekologis. Tidak hanya sekadar membangun atau mengeksploitasi sumber daya alam, tapi juga memikirkan anak cucu kita agar kelangsungannya bisa berlanjut kepada mereka,” pungkasnya.

 

(Diskominfo Situbondo)


Dibaca : 39X