Situbondo Catat Kemajuan Signifikan: Gini Rasio Turun, Ekonomi Meningkat, dan Program Wilayah Mulai  Berdampak
09 Dec
Situbondo Catat Kemajuan Signifikan: Gini Rasio Turun, Ekonomi Meningkat, dan Program Wilayah Mulai Berdampak

SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat sejumlah capaian positif dalam sembilan bulan terakhir. Mulai dari penurunan gini rasio hingga meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah, berbagai indikator menunjukkan Situbondo bergerak di jalur yang tepat. Hal itu disampaikan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Pendopo Rakyat Situbondo, Senin 8 Desember 2025.

Bupati Rio mengungkapkan bahwa tingkat ketimpangan ekonomi di Situbondo kini membaik signifikan. "Gini rasio kita di angka 0,33, turun dari 0,38. Secara teori, ini menandakan pemerataan kerja membaik. Kita on the track, bahkan jauh lebih baik dibanding rata-rata Jawa Timur maupun nasional," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh sektor dalam mengantisipasi potensi inflasi, sekaligus menjaga momentum pembangunan yang tengah berjalan. Sejumlah kawasan disebut Bupati mengalami perkembangan pesat, salah satunya Pasir Putih yang kini menunjukkan peningkatan baik dari sisi pendapatan maupun kebersihan.

Namun, Bupati mengingatkan perlunya perhatian lebih pada Pantai Blekok. Ia meminta camat setempat fokus memperkuat sektor kuliner agar perekonomian masyarakat sekitar dapat terangkat. Sementara itu, Kecamatan Asembagus terus didorong untuk mengembangkan identitas lokal dan sektor unggulannya.

Di kawasan pegunungan, pemerintah daerah fokus pada komoditas bernilai tinggi seperti kapulaga. "Harga kapulaga stabil tinggi. Kita dorong ekonomi masyarakat dengan memberikan bibit secara masif, sekaligus membangun akses jalan di kawasan itu," tuturnya.

Potensi lain juga terlihat di Kecamatan Kapongan. "Artrsis di sana terbaik di Situbondo, sangat potensial untuk pengembangan ekonomi kreatif perikanan air tawar," kata Bupati, sembari menegaskan bahwa camat harus menjadi penggerak ekonomi, bukan sekadar kepala wilayah.

Meski pertumbuhan ekonomi berbasis konsumsi meningkat, Bupati Rio mengakui sektor produksi masih perlu diperkuat. Kendati demikian, performa ekspor daerah tetap menunjukkan hasil yang kompetitif. Pemerintah Kabupaten juga bekerja sama dengan Kemenkop UMKM untuk mendorong ekspor produk unggulan, termasuk kopi Situbondo yang tengah dijajaki pasar Arab Saudi.

Selain itu, Bupati menyoroti perlunya perbaikan pendataan ekspor, terutama untuk produk furnitur dari wilayah timur Situbondo yang selama ini tercatat melalui kabupaten lain. "Kita butuh dukungan BI untuk bisa ekspor mandiri. Kalau belum bisa cepat, minimal kita bentuk holding dulu," tegasnya.

 

(Diskominfo Situbondo)


Dibaca : 28X