Riset Ungkap Potensi Karbon Hutan Rakyat Selobanteng, Simpan 20,93 Ton CO2
SITUBONDO - Hutan rakyat di Desa Selobanteng, Situbondo, tak hanya kaya keanekaragaman hayati, tetapi juga menyimpan potensi besar dalam mitigasi perubahan iklim melalui kemampuan menyerap karbon.
Hal itu diungkapkan akademisi Universitas Negeri Malang (UM), Prof Fatchur Rohman, dalam kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat yang digelar PT Paiton Operation and Maintenance Indonesia (PT POMI) di Pos Pantau Kehati Selobanteng, Sabtu (18/4/2026).
Berdasarkan hasil penelitian terbaru, kawasan tersebut memiliki biomassa sebesar 12,15 ton dengan cadangan karbon mencapai 5,71 tonC. Angka tersebut setara dengan serapan karbon dioksida (CO2) sebesar 20,93 ton.
"Ini menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki potensi cukup baik dalam penyimpanan karbon dan kontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim," ujar Fatchur.
Menurutnya, potensi tersebut tidak lepas dari keberhasilan berbagai pihak dalam menjaga ekosistem hutan rakyat secara berkelanjutan.
"Sejak 2015 saya sudah keluar masuk Selobanteng. Interaksi dari berbagai pihak yang kita harapkan, baik Pemda, perusahaan, masyarakat, maupun akademisi, sudah mulai terbangun," katanya.
Ia juga mengapresiasi peran PT POMI yang telah mendukung kegiatan monitoring keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.
"Kami berterima kasih kepada PT POMI yang telah mempercayai kami melakukan monitoring keanekaragaman hayati di Selobanteng. Keragaman makhluk hidup di sini cukup tinggi, sayang untuk tidak diperhatikan," imbuhnya.
Dari sisi vegetasi, hasil pemantauan pada 2025 mencatat terdapat 110 spesies tumbuhan dari 44 famili di kawasan hutan rakyat Selobanteng. Sejumlah tanaman bahkan berpotensi dikembangkan sebagai bahan obat.
"Potensi keragaman tumbuhan luar biasa. Banyak yang berpotensi menjadi obat, tapi memang butuh uji mendalam lagi," jelasnya.
Sementara itu, kondisi fauna di kawasan tersebut relatif stabil. Sejumlah satwa seperti lutung, bajing kelapa, monyet ekor panjang, hingga babi hutan masih ditemukan.
"Burung tidak perlu dikhawatirkan. Selama pohon untuk bertengger masih ada, burung pasti akan tetap ada," tegas Fatchur.
Ia juga menyoroti pentingnya peran kepemimpinan di tingkat desa dalam menjaga kelestarian lingkungan.
"Saya salut kepada kepala desa yang punya komitmen menjaga wilayahnya, baik flora, fauna, hingga sektor lainnya. Berkat pimpinan pak kades, Selobanteng jadi kampung proklim kategori terbaik," pungkasnya.
(Diskominfo Situbondo)
Dibaca : 24X



Pemerintah Kabupaten Situbondo