Ribuan Buruh Tani Tembakau Situbondo Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan Lewat Dana DBHCHT 2025
SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten Situbondo mendaftarkan 4.110 buruh tani tembakau dan pekerja rentan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui pembiayaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025. Penyerahan kartu kepesertaan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, di Kantor Kecamatan Suboh, Kamis (11/12/2025).
Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu menegaskan bahwa pemanfaatan DBHCHT untuk jaminan ketenagakerjaan merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada para pekerja berisiko tinggi.
"Dana itu kan dari mereka, kita kembalikan lagi. Kasihan mereka kalau ada kecelakaan kerja. Saya kira sangat membantu lah," ujarnya.
Ia juga menyoroti rendahnya kepatuhan perusahaan dalam mendaftarkan karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan dan memastikan akan mengambil langkah tegas.
"Masih sedikit kita di Situbondo ini (perusahaan daftarkan karyawan jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan). Kita akan selesaikan, nanti akan kita keluarkan surat edaran," katanya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Situbondo, Moh Muzibur Rokhman, menyampaikan bahwa peserta yang terdaftar pada tahap pertama ini akan mendapat perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
"Untuk tahun ini ada 4.110 buruh tani tembakau dan pekerja rentan lainnya di Kabupaten Situbondo yang ter-cover BPJS Ketenagakerjaan untuk dua program, kecelakaan kerja dan kematian," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Situbondo, Muhammad Kholil, menyebut tingkat kepatuhan perusahaan dalam mendaftarkan pekerja masih rendah.
"Kami terus lakukan sosialisasi, saat ini kami sedang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk turun ke perusahaan-perusahaan, karena dari seluruh perusahaan yang ada di Situbondo, itu baru 43 persen karyawan yang didaftarkan, masih ada 57 persen yang bekerja di perusahaan, tapi belum mendapatkan jaminan ketenagakerjaan," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa cakupan perlindungan tenaga kerja secara keseluruhan di Situbondo baru mencapai 13 persen.
"Ini sedang kita kerjakan untuk menambah coverage yang tadi secara seluruhnya itu 13 persen. Tapi kalau di sektor formal, itu Situbondo sudah 43 persen," tandasnya.
(Diskominfo Situbondo)
Dibaca : 37X



Pemerintah Kabupaten Situbondo