Pemkab Situbondo Tanggung Biaya Perawatan Santriwati Korban Atap Ambruk Ponpes Syeikh Abdul Qodir Jailani
30 Oct
Pemkab Situbondo Tanggung Biaya Perawatan Santriwati Korban Atap Ambruk Ponpes Syeikh Abdul Qodir Jailani

SITUBONDO - Wakil Bupati (Wabup) Situbondo Ulfiyah mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Syeikh Abdul Qodir Jailani, Desa Belimbing, Kecamatan Besuki pasca ambruknya atap bangunan pondok pesantren tersebut, Kamis, 30 Oktober 2025.

Dalam kunjungannya, Wabup yang akrab disapa Mbak Ulfi ini memberikan semangat kepada para santri putri yang masih berada di area pondok pesantren. Ia juga menyempatkan bertemu dengan pengasuh dan keluarga besar pondok, Wabup yang juga alumni Pondok Pesantren Syeikh Abdul Qodir Jailani.

"Adik-adik santri tetap semangat, ya. Dulu Mbak Ulfi mondok tujuh tahun, dan alhamdulillah, berkat barokah pondok, sekarang bisa jadi Wakil Bupati," ujarnya.

Lebih lanjut, Mbak Ulfi mengajak semua santri berdoa bagi korban yang meninggal dunia. "Mari kita doakan bersama, semoga yang meninggal diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT dan yang masih dirawat segera pulih," tambah Wabup Situbondo.

Orang nomor dua di Kabupaten Situbondo ini menegaskan, bahwa Pemkab Situbondo akan menanggung seluruh biaya perawatan para santri yang menjadi korban, sekaligus membantu proses renovasi Pondok Pesantren Syeikh Abdul Qodir Jailani.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kemenag dan Kanwil untuk melakukan perbaikan. Pemerintah kabupaten akan menanggung proses renovasi, termasuk pemasangan genteng dan perbaikan lain yang dibutuhkan," ungkapnya.

Menurutnya, insiden ini juga dipengaruhi oleh kondisi bangunan yang sebelumnya mengalami retakan akibat dua kali gempa yang mengguncang wilayah Situbondo. “Setelah gempa, memang ada bagian yang retak, dan sudah diisolasi oleh para santri. Ternyata retakan itu semakin melebar,”tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Situbondo, lanjut Ulfiyah, memandang musibah ini sebagai luka bersama. "Pemerintah daerah terus berpihak pada pendidikan pesantren serta memastikan semangat belajar para santri tidak padam meski diterpa cobaan," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo memastikan seluruh biaya pengobatan dan kebutuhan keluarga korban sepenuhnya ditanggung Pemkab Situbondo. "Semua tercover. Tadi saya jenguk, sisa dua orang di rumah sakit ini mengalami patah tulang. Hari ini jam sebelas sudah akan dioperasi. Kita support agar mereka bisa fresh, tidak down, tadi saya ajak bercanda," ucapnya.

Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu menyampaikan, bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh bagi keluarga yang mendampingi para santriwati selama menjalani perawatan.

"Keluarganya kita bantu operasional juga, karena mereka harus bolak-balik rumah ke rumah sakit, menyiapkan makanan dan lain-lain. Pembiayaan semua kita tanggung, pelayanannya juga kita tempatkan di ruang VIP,” tegasnya.

Selain memberikan dukungan moril dan materiil, Mas Rio menuturkan bahwa pemerintah daerah akan segera melakukan evaluasi terhadap kondisi bangunan pondok pesantren untuk mencegah kejadian serupa.

"Pihak pondok sudah meminta Dinas PU melakukan mitigasi dan pemeriksaan kelayakan bangunan. Tapi kami pastikan, kejadian ini murni akibat hujan deras dan angin kencang, bukan karena kesalahan konstruksi," pungkas Bupati Situbondo.

 

(Diskominfo Situbondo)


Dibaca : 49X