Pemkab Situbondo Bakal Bangun Kembali Rumah Warga Korban Gempa Bumi
26 Sep
Pemkab Situbondo Bakal Bangun Kembali Rumah Warga Korban Gempa Bumi

SITUBONDO - Gempa bumi berkekuatan 5,7 magnitudo yang terjadi di Kabupaten Situbondo pada Kamis, 25 September lalu mengakibatkan puluhan rumah di Desa Sumberwaru, Sumberanyar, Sumberejo,dan Wonorejo, Kecamatan Banyuputih mengalami kerusakan dengan katagori ringan hingga berat. 

 

Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah langsung meninjau lokasi untuk memastikan bahwa para korban terdampak tidak mengalami trauma psikologis akibat bencana tersebut.

 

Saat mengunjungi rumah warga terdampak di Dusun Sidomulyo, Desa Sumberwaru, Wabup yang akrab disapa Mbak Ulfi ini mengatakan, bahwa pemerintah daerah akan memperbaiki seluruh rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa.

 

"Kami meminta kepada pemerintah desa untuk rutin mengunjungi warga terdampak, guna menciptakan suasana yang lebih tenang dan gembira. Dari informasi BMKG, aktivitas gempa juga sudah menunjukkan tanda-tanda mereda," ujar Ulfiyah kepada wartawan, Jumat, 26 September 2025. 

 

Untuk mempercepat proses perbaikan, sambung Mbak Ulfi, Pemkab Situbondo melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Sosial. Sehingga penanganan pasca-bencana dapat berjalan maksimal. 

 

"Pesan dari Pak Bupati melalui telepon, agar kami menjaga kondusifitas wilayah. Semua rumah yang terdampak akan segera diperbaiki," tambahnya.

 

Menurutnya, pemerintah daerah juga akan memberikan pendampingan psikologis kepada masyarakat terdampak, guna menghindari trauma yang berkepanjangan. 

 

"Kami minta masyarakat tetap tenang. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperbaiki seluruh rumah yang rusak serta memberikan pendampingan agar warga tidak mengalami trauma," tegasnya.

 

Ia menjelaskan, bahwa perbaikan rumah warga menjadi prioritas utama, mengingat banyak dari mereka yang harus mengungsi akibat kondisi rumah yang rusak berat.

 

"Bupati juga telah memerintahkan agar ketersediaan makanan dan kebutuhan pokok warga terdampak dijamin sepenuhnya," tegasnya.

 

Perempuan asal Kecamatan Jangkar ini mengungkapkan, sejumlah posko tanggap darurat mulai didirikan di desa-desa terdampak untuk mempermudah distribusi bantuan serta menjaga kondisi warga tetap stabil.

 

"Langkah cepat ini diambil agar warga merasa tenang, karena ada kepastian rumah mereka akan diperbaiki dan kebutuhan hidup mereka tetap terpenuhi, serta memberikan sedikit bantuan terhadap para korban." pungkasnya.

 

Sementara itu, BPBD Kabupaten Situbondo mencatat, ada 99 rumah warga yang rusak akibat guncangan gempa. Rumah-rumah tersebut tersebar di empat desa, meningkat dari sebelumnya yang tercatat sebanyak 73 unit.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo Sruwi Hartanto mengatakan, data dari Badan Meteorologi, Geofisika, dan Klimatologi (BMKG) pusat gempa bermagnitudo 5,7 ini 46 kilometer timur laut Banyuwangi, dengan kedalaman 12 kilometer. Gempa tidak berpotensi tsunami.

 

"Setelah melakukan pendataan hingga Kamis tengah malam, untuk sementara jumlah rumah warga terdampak gempa bertambah lagi menjadi 99 rumah," katanya. 

 

Menurutnya, di Desa Sumberanyar ada 16 rumah yang rusak, Desa Sumberwaru 60 rumah, Desa Wonorejo 19 rumah dan di Desa Sumberejo 4 rumah.

 

"Kalau kerusakannya akibat gempa bervariasi, mulai retak pada bangunan rumah dan bahkan ada pula sebagian rumah roboh," ujarnya. 

 

 

(Diskominfo Situbondo)


Dibaca : 187X