Mas Rio Wawancarai 27 Pejabat Eselon II, Penempatan Jabatan Berdasar Komitmen dan Tour of Duty
SITUBONDO – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo kembali melakukan wawancara langsung terhadap 27 pejabat eselon II yang sebelumnya telah mengikuti tahapan assessment. Wawancara tatap muka tersebut dilakukan sebagai bagian dari penataan birokrasi, khususnya untuk kebutuhan rotasi, mutasi, dan pengisian jabatan yang masih kosong.
Bupati yang akrab disapa Mas Rio menjelaskan bahwa assessment dilakukan melalui dua tahapan utama. Tahap pertama untuk kebutuhan mutasi dan rotasi, sedangkan tahap kedua untuk mengisi kekosongan jabatan melalui mekanisme open bidding.
“Jadi assessment itu kan sudah dilakukan, jadi ada dua tahapannya, satu assessment itu untuk kebutuhan mutasi dan rotasi. Yang kedua dari kekosongan yang ada maka dibuka nanti open bidding,” ujar Mas Rio.
Ia menyampaikan, sebanyak 27 pejabat eselon II telah menjalani assessment dan dilakukan pemeringkatan oleh tim penguji. Selanjutnya, Mas Rio melakukan wawancara secara langsung untuk menggali komitmen para calon pejabat.
“Sekarang ada 27 pejabat eselon 2 sudah dilakukan assesment, sudah ada pemeringkatan oleh tim penguji, sekarang saya wawancara Face to Face,” katanya.
Dalam wawancara tersebut, Mas Rio menekankan pentingnya loyalitas kepada daerah, bukan kepada figur pimpinan.
“Saya bertanya soal komitmen membantu Situbondo, bukan sekedar membantu bukan loyal pada mas Rio dan Mbak Ulfi, tapi loyal kepada Situbondo,” tegasnya.
Menurut Mas Rio, komitmen tersebut harus tercermin dalam akuntabilitas, integritas, serta kemampuan mewujudkan visi pembangunan daerah.
“Saya menekankan agar ada di hati dan pikirannya itu ada kata itu Situbondo dan itu akan mewakili akuntabilitas, integritas, dan kemampuan untuk melakukan atau mengupayakan mewujudkan Situbondo naik kelas,” ujarnya.
Ia menambahkan, poin utama dalam proses seleksi ini terletak pada penerapan Service Level Agreement (SLA) sebagai kontrak kinerja antara pimpinan daerah dan calon pejabat.
“Poin terbesarnya terjadi ada pada SLA (Service Level Agreement), jadi itu semacam kontrak kinerja antara calon pejabat dengan saya dengan mbak ulfi,” kata Mas Rio.
Hasil wawancara tersebut nantinya akan menjadi dasar penempatan pejabat di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai prinsip Tour of Duty (ToD).
“Nanti kan dari wawancara ini, akan diploting masing-masing ke dinas-dinas terkait dan semua sesuai dengan prinsip Tour of duty,” jelasnya.
Mas Rio menegaskan, pejabat yang telah menjabat lebih dari dua tahun berpotensi untuk dirotasi atau dimutasi, kecuali yang akan memasuki masa pensiun atau memiliki catatan khusus.
“Jadi yang sudah lebih dari 2 tahun, kecuali yang mau pensiun atau ada catatan khusus, ketika saya membutuhkan tempat lain itu menjadi pertimbangan untuk dilakukan rotasi dan mutasi,” katanya.
Sementara untuk jabatan yang masih kosong, terutama pada dinas yang menjadi prioritas pembangunan, pemerintah daerah akan membuka seleksi terbuka.
“Ada yang kosong-kosong nanti jabatan, terutama di dinas-dinas yang menjadi fokus prioritas itu akan di open bidding,” ujarnya.
Mas Rio juga menyinggung perubahan paradigma terhadap Dinas Perpustakaan yang selama ini kerap dianggap kurang strategis.
“Seperti perpustakaan, selama ini kan perpustakaan itu menjadi tempat tahanan politik para Bupati, sebaliknya perpustakaan sekarang di daerah saya dan Mbak Ulfi akan menjadi sesuatu yang harusnya menarik,” pungkasnya.
(Diskominfo Situbondo)
Dibaca : 219X



Pemerintah Kabupaten Situbondo