Ketua Dekranasda Mbak Una Tekankan Komunal Branding sebagai Kekuatan Batik Situbondo
15 Dec
Ketua Dekranasda Mbak Una Tekankan Komunal Branding sebagai Kekuatan Batik Situbondo

SITUBONDO – Penguatan komunal branding dinilai menjadi strategi penting untuk memperkokoh identitas sekaligus meningkatkan daya saing batik Situbondo di pasar yang lebih luas.

Hal itu ditegaskan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Situbondo, Husna Laili, dalam kegiatan Motivasi dan Inovasi Pada Usaha Pelaku Batik untuk Bersaing di Pasar Global di Pendopo Rakyat Situbondo, Senin malam (15/12/2025).

Husna Laili yang akrab disapa Mbak Una menyatakan, kualitas produk batik yang dihasilkan para pengrajin Situbondo sejatinya tidak kalah dibandingkan daerah lain. Namun, tantangan utama yang masih dihadapi adalah belum kuatnya identitas kolektif yang melekat pada produk tersebut.

"Saya yakin kualitas dari produk di Kabupaten Situbondo itu tidak kalah dengan produk-produk yang ada di daerah lain. Cuma PR kita yang masih kurang yaitu berkenaan dengan komunal branding," ujarnya.

Menurut Mbak Una, komunal branding tidak sebatas simbol atau logo, melainkan identitas bersama yang mencerminkan karakter daerah dan perlu dibangun secara konsisten oleh seluruh pengrajin.

"Komunal branding itu tidak hanya sebatas tentang logo, tapi lebih pada identitas kolektif. Kita sebagai pengrajin harus mampu membangun cerita di balik produk yang kita hasilkan," katanya.

Ia mencontohkan batik marungghi atau kelor sebagai salah satu kekhasan yang dapat dijadikan identitas bersama, sejalan dengan promosi yang selama ini dilakukan oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

"Batik marungghi yang selama ini dipromosikan Mas Rio perlu kita dorong menjadi komunal branding, sehingga menjadi identitas kolektif batik Situbondo," jelasnya.

Selain motif, Mbak Una juga menilai karakter geografis Situbondo dapat menjadi sumber inspirasi pengembangan desain dan narasi produk, mulai dari kawasan pesisir hingga Taman Nasional Baluran.

"Situbondo adalah daerah pesisir dan memiliki Taman Nasional Baluran. Ini bisa menjadi indikasi geografis yang memperkuat kekhasan produk dan kerajinan kita," ungkapnya.

Sebagai upaya mendukung promosi, Dekranasda Situbondo bersama Diskoperindag serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) telah menyiapkan katalog digital yang memuat produk unggulan daerah.

"Produk unggulan Situbondo, pariwisata, hingga berbagai kegiatan unggulan akan disatukan dalam katalog digital. Nantinya, katalog ini bisa menjadi referensi ketika ada tamu yang berkunjung dan mencari oleh-oleh khas daerah," tutur Mbak Una.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Situbondo, Edy Wiyono, menyebut kegiatan tersebut juga menjadi momentum awal pembentukan paguyuban pembatik sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan usaha.

"Acara malam ini menjadi cikal bakal terbentuknya wadah atau paguyuban bagi para pembatik di Situbondo," kata Edy.

Dukungan terhadap pengembangan usaha batik juga disampaikan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Ia memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

"Kami sudah menyiapkan bantuan pinjaman yang bisa dimanfaatkan hingga Rp100 juta," ujar Mas Rio.

 

(Diskominfo Situbondo)


Dibaca : 64X