Jelang Nataru, Bupati Situbondo beserta Forkopimda Blusukan ke Pasar Tradisional
SITUBONDO - Menjelang perayaan natal dan tahun baru 2022 (Nataru), Bupati Situbondo, Karna Suswandi beserta jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) blusukan ke beberapa pasar tradisional, Kamis (23/12/2021). Tujuannya untuk memastikan stok kebutuhan pokok aman dan mengantisipasi kenaikan harga.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Situbondo, Karna Suswandi; Kapolres, AKBP Imam Rifai; Dandim 0823, Letkol Inf Neggy Kuntagina dan jajaran OPD di Lingkungan Pemkab Situbondo.
Bupati Situbondo, Karna Suswandi menegaskan, kebutuhan pokok di Situbondo terbilang aman. Namun dia tidak menampik memang ada beberapa komoditi sembako yang mengalami kenaikan harga.
"Alhamdulillah saya bersama Forkopimda Situbondo tadi sempat berbicara langsung dengan para pedagang dan pembeli di Pasar Panji dan Pasar Mimbaan Baru. Menjelang Nataru ini ketersediaan sembako aman walaupun ada kenaikan harga seperti cabai rawit merah, telur ayam dan minyak goreng," ucapnya.
Pria yang akrab disapa Bung Karna ini meminta kepada para pedagang dan pembeli untuk terus mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Dengan menerapkan 5M. Yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak satu sama lain, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.
"Apalagi sekarang sudah ada Covid-19 varian Omicron yang tingkat penularannya 15 kali lebih cepat. Maka dari itu, saya menghimbau kepada para pedagang dan pembeli agar secepatnya mengikuti vaksinasi Covid-19," tegasnya.
Untuk diketahui, ada beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga seperti telur ayam dijual dengan harga Rp 33 ribu per Kilogram; cabe rawit merah, Rp 100 ribu per Kilogram; minyak goreng curah Rp 20 ribu per Kilogram.
Kemudian kebutuhan pokok yang harganya stabil adalah daging sapi dengan harga Rp 100 ribu per Kilogram; daging ayam Rp 33 ribu per Kilogram dan beras kualitas premium masih Rp 10 ribu per Kilogram. (Humas & Protokol).
Dibaca : 175X



Pemerintah Kabupaten Situbondo