IGA 2025: Kemendagri Tetapkan Situbondo sebagai Kabupaten Terinovatif
11 Dec
IGA 2025: Kemendagri Tetapkan Situbondo sebagai Kabupaten Terinovatif

SITUBONDO - Kementerian Dalam Negeri menetapkan Kabupaten Situbondo sebagai Kabupaten Terinovatif dalam ajang Innovation Government Award (IGA) 2025.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, pada Rabu, 10 Desember 2025, di Jakarta.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil transformasi cepat yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam 10 bulan terakhir.

"Alhamdulillah, Situbondo mendapat penghargaan sebagai kabupaten terinovatif. Ini hasil kerja kolektif seluruh jajaran. Yang terpenting, masyarakat sudah mulai merasakan manfaatnya," ujarnya.

Kemendagri menilai sejumlah indikator dalam penetapan penghargaan tersebut, antara lain regulasi inovasi, ketersediaan sumber daya manusia, dukungan anggaran, alat kerja, bimbingan teknis, kualitas inovasi, serta jumlah inovasi yang dihasilkan daerah.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian nasional adalah program Soca Terak (Sinergi Melayani Masyarakat Situbondo, Cegah Kebutaan dengan Operasi Katarak).

Program layanan kesehatan gratis ini dijalankan melalui kolaborasi antara Pemkab Situbondo, Jhon Fawcett Foundation (JFF), Klinik Tritya Situbondo, Dinas Kesehatan, tenaga medis, dan relawan.

Ribuan warga telah mengikuti operasi katarak gratis tersebut. "Soca Terak sangat berdampak dan menjadi salah satu inovasi yang dinilai paling sukses oleh Kemendagri," tegas Mas Rio.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

"Terima kasih kepada Dinas Kesehatan, BIPPD, Klinik Tritya, JFF, dan seluruh tenaga kesehatan. Ini bukti Situbondo bisa naik kelas lewat kolaborasi," katanya.

Selain Soca Terak, Kemendagri juga menilai Situbondo unggul melalui program BERANTAS (Berobat Tanpa Batas), layanan kesehatan gratis yang disebut sebagai salah satu program progresif di Jawa Timur.

Program dengan anggaran lebih dari Rp73 miliar tersebut memberikan jaminan layanan kesehatan gratis bagi warga Situbondo hanya dengan menunjukkan KTP atau KK.

Menurut Bupati, layanan tersebut mencakup pelayanan Puskesmas, rawat jalan dan rawat inap di RSUD, layanan kesehatan di rumah sakit swasta yang bekerja sama dengan BPJS, serta jaminan tanpa biaya tambahan. Program ini dipuji karena memastikan seluruh warga mendapat akses kesehatan yang merata.

Situbondo juga mendapatkan penilaian positif melalui inovasi digitalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Fiskal terbatas membuat kita harus kreatif. Digitalisasi PAD membuat kinerja lebih akurat dan tepat sasaran," ujar Mas Rio.

Bank Indonesia sebelumnya mencatat Situbondo sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekarkijang pada triwulan III/2025 dengan angka 6,16 persen.

Inovasi lainnya adalah penyelenggaraan Situbondo Investor Day 2025, forum promosi investasi kepada pelaku usaha nasional.

"Dulu Situbondo tak banyak dikenal di peta investasi. Sekarang banyak yang datang, banyak yang tertarik. Ini lompatan besar," ujarnya.

Mas Rio menegaskan bahwa capaian IGA menjadi dorongan untuk percepatan transformasi birokrasi.

"Mindset harus berubah, tools berubah, skill berubah. Birokrasi tidak boleh jalan di tempat,” katanya. Ia juga berencana mengadakan kompetisi inovasi internal untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai 2026. “Kita challenge semua OPD. Yang inovatif akan terlihat dan akan kita beri apresiasi," ujarnya.

Penghargaan ini melengkapi sejumlah capaian Situbondo sepanjang 2025, termasuk penghargaan dari Kompas, CNN Indonesia, dan Radar Situbondo; predikat pertumbuhan ekonomi tertinggi versi Bank Indonesia; serta pengakuan sebagai kabupaten UMKM dan kabupaten ramah investasi.

"Era Situbondo Naik Kelas bukan lagi slogan—tetapi realitas yang diakui di tingkat nasional," tegasnya.

 

(Diskominfo Situbondo)


Dibaca : 41X