DPRD Situbondo Bersama Petani dan Pabrik Gula Cari Solusi Penjualan 13.200 Ton Gula
20 Aug
DPRD Situbondo Bersama Petani dan Pabrik Gula Cari Solusi Penjualan 13.200 Ton Gula

SITUBONDO - Komisi II DPRD Kabupaten Situbondo terus berupaya mencari solusi terkait 13.200 ton gula petani yang masih menumpuk di tiga gudang pabrik gula di wilayah tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Situbondo, Jainur Ridho, menyampaikan bahwa hari ini pihaknya mengundang Ketua dan Sekretaris APTR Asembagus, Panji, dan Wringinanom, manajemen PG Assembagoes, PG Pandjie, dan PG Wringinanom, serta perwakilan Bank Jatim untuk membahas masalah ini.

“Kami sengaja mengundang APTR, pabrik gula, dan Bank Jatim untuk mempercepat pencarian solusi bagi gula petani yang semakin menumpuk di tiga gudang pabrik gula,” ujar Jainur Ridho, Selasa (19/8) di Situbondo.

Meski pertemuan diadakan, hasil diskusi antara APTR selaku perwakilan petani tebu dan pihak Bank Jatim belum membuahkan solusi.

“Harapan kami Bank Jatim bisa membantu petani tebu yang gulanya belum laku, namun karena bunga bank terlalu tinggi, belum ada keputusan. Kami tetap akan berusaha bertemu Gubernur Jatim secepatnya,” tambah Jainur.

Dari data manajemen pabrik gula, PG Assembagoes mencatat sekitar 6.500 ton gula pasir petani belum terjual ke pedagang.

Kondisi ini menyebabkan pembayaran kepada petani yang tebu-nya telah digiling di PG Assembagoes tertunda.

Sementara itu, di PG Pandjie terdapat 2.800 ton gula pasir yang belum terjual, dan PG Wringinanom sebanyak 3.900 ton.

Dua hari lalu, PG Assembagoes telah membayarkan sekitar Rp2 miliar kepada petani dari total piutang gula pasir petani yang mencapai sekitar Rp92 miliar.

Ketua APTR Cabang Asembagus, H. Anggi Hermansyah, menegaskan akan melakukan aksi unjuk rasa bersama para petani jika dalam waktu dua hari belum ada solusi dari pemerintah maupun pihak terkait.

“Kasihan para petani yang hampir dua bulan belum menerima pembayaran gula mereka. Mereka membutuhkan modal untuk kembali menanam tebu,” tegas Anggi.

DPRD Kabupaten Situbondo menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi komunikasi antara petani, pabrik gula, dan lembaga perbankan demi menemukan solusi terbaik bagi semua pihak.

 

(Diskominfo)


Dibaca : 206X