DP3APPKB Situbondo Bersama FKKS Gelar Talkshow Cegah Stunting dengan Pengasuhan dan Nutrisi Tepat Tahun 2025
21 Aug
DP3APPKB Situbondo Bersama FKKS Gelar Talkshow Cegah Stunting dengan Pengasuhan dan Nutrisi Tepat Tahun 2025

SITUBONDO - Dalam upaya menekan angka prevalensi stunting di Kabupaten Situbondo, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) bekerja sama dengan Forum Komunikasi Kuliner Situbondo (FKKS) menyelenggarakan Talkshow Cegah Stunting dengan Pengasuhan dan Nutrisi yang Tepat Bersama Kader Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting) Tahun 2025.

Acara ini berlangsung di Aula Lantai II Kantor Pemerintah Kabupaten Situbondo pada Kamis, 21 Agustus 2025, dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap isu stunting.

Plt. Kepala DP3APPKB Situbondo melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk), Danik Sumartini, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi kolaboratif untuk mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya.

“Talkshow ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai kegiatan penanganan stunting, mulai dari tingkat kabupaten hingga ke desa-desa, agar dapat berjalan secara efektif dan terkoordinasi,” ungkapnya, Kamis 21 Agustus 2925.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menangani permasalahan stunting yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Situbondo.

Selama acara, kader Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) KB mempraktikkan pembuatan menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bernutrisi tinggi namun terjangkau. Dengan biaya hanya Rp10.000, menu yang disusun mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga beresiko stunting.

“Kami ingin menunjukkan bahwa dengan biaya minim, masyarakat tetap dapat menyediakan makanan bergizi yang mendukung pencegahan stunting,” jelas Danik.

Praktik ini menjadi salah satu wujud nyata dari pendekatan berbasis komunitas untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya asupan nutrisi yang seimbang.

Danik juga menyebutkan bahwa angka prevalensi stunting di Kabupaten Situbondo saat ini mencapai 10,6 persen.

Meskipun angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, upaya kolektif tetap diperlukan untuk mencapai target yang lebih signifikan.

“Kami mengajak semua pihak, termasuk pemerintah, komunitas, dan keluarga, untuk bersinergi dalam menekan angka stunting hingga ke tingkat yang lebih rendah,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak yang sehat.

Acara talkshow ini dihadiri oleh berbagai peserta, termasuk Tim Penggerak PKK Kabupaten, PKK Kecamatan, PKK Desa, kader Dashat, serta keluarga beresiko stunting.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi informasi, tetapi juga wadah untuk memperkuat komitmen bersama dalam menangani stunting.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, seluruh elemen masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pengasuhan dan nutrisi yang tepat, serta turut berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Situbondo,” tutup Danik dengan penuh harap.


Dibaca : 78X