Diskoperindag Situbondo Perkenalkan Kompor OBB, Solusi Alternatif Atasi Ketergantungan LPG
SITUBONDO - Momentum Halal Bihalal yang digelar Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Situbondo dimanfaatkan sebagai ajang peluncuran inovasi baru yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Diskoperindag resmi memperkenalkan Kompor Oli Bekas Bermanfaat (OBB) sebagai alternatif energi di tengah persoalan kelangkaan LPG melon yang sempat terjadi selama bulan Ramadhan.
Inovasi ini dihadirkan sebagai respons cepat atas fenomena panic buying yang sempat memicu keresahan di masyarakat. Melalui pemanfaatan oli bekas, Diskoperindag menawarkan solusi bahan bakar yang lebih terjangkau, mudah diperoleh, serta dapat digunakan secara berkelanjutan.
Kepala Diskoperindag Situbondo, Prio Andoko, menegaskan bahwa pengembangan kompor OBB merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG bersubsidi.
"Kompor OBB ini adalah jawaban kami atas fenomena panic buying gas LPG. Kami ingin memberikan opsi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha, agar tidak lagi terpaku pada satu jenis bahan bakar saja," ujar Prio Andoko, Rabu 1/4/2026.
Dari sisi teknis, kompor OBB dinilai cukup efisien untuk berbagai kebutuhan, khususnya skala usaha mikro hingga kegiatan dengan intensitas penggunaan tinggi. Dalam pemaparannya, disebutkan bahwa satu gelas kecil oli bekas mampu menghasilkan nyala api hingga 20 menit. Sementara itu, penggunaan satu liter oli bekas dapat bertahan hingga sekitar dua jam pemakaian secara kontinu.
Dengan efisiensi tersebut, kompor ini dinilai sangat cocok digunakan oleh pelaku UMKM, pedagang gorengan, hingga kebutuhan hajatan seperti acara pernikahan yang membutuhkan sumber panas dalam durasi panjang dengan biaya operasional yang lebih hemat.
Tidak berhenti pada tahap inovasi produk, Diskoperindag juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan program ini. Salah satunya dengan merencanakan pembangunan pos-pos penampungan oli bekas di sejumlah titik strategis di Kabupaten Situbondo. Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan bahan bakar sekaligus menciptakan sistem distribusi yang lebih terorganisir.
Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, turut memberikan apresiasi terhadap terobosan yang dilakukan Diskoperindag. Ia menilai inovasi tersebut memiliki potensi besar untuk memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
"Semoga kompor OBB ini kedepannya menjadi solusi yang nyata dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Situbondo, terutama dalam mengurangi beban biaya operasional rumah tangga dan usaha mikro," pungkasnya.
Melalui inovasi kompor OBB, Pemerintah Kabupaten Situbondo menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi kreatif dan aplikatif guna menjawab tantangan kebutuhan energi masyarakat, sekaligus mendorong pemanfaatan limbah menjadi sumber daya yang bernilai guna.
(Diskominfo Situbondo)
Dibaca : 13X


Pemerintah Kabupaten Situbondo