Disabilitas Situbondo Mandiri Lewat Batik Ciprat, Pesanan Tembus Bali dan NTT
04 Sep
Disabilitas Situbondo Mandiri Lewat Batik Ciprat, Pesanan Tembus Bali dan NTT

Situbondo – Dari keterbatasan lahirlah karya yang membanggakan. Sekelompok penyandang disabilitas di Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, berhasil membuktikan diri mampu mandiri secara ekonomi melalui batik ciprat.

 

Lewat kelompok bernama Batik Rubi Disabilitas Singomulyo Kedungdowo, mereka telah memproduksi batik ciprat berkualitas sejak tiga tahun terakhir. 

 

Kini, hasil karya mereka mulai dilirik konsumen hingga ke Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Menurut pendamping kelompok, Aisyah, membatik menjadi jalan hidup sekaligus sumber penghasilan bagi para disabilitas tersebut.

 

Meski terbatas secara fisik, mereka terus mengasah keterampilan sejak mengikuti pelatihan batik ciprat dari Pemerintah Provinsi Bali tiga tahun silam.

 

“Batik ciprat lebih mudah dibuat dibanding batik tulis, sehingga sangat cocok dengan kondisi mereka. Dari situlah muncul semangat untuk menjadikan batik sebagai mata pencaharian utama,” ujar Aisyah saat ditemui di Pendopo Situbondo, Kamis (4/9/2025).

 

Salah satu anggota, Rehawi, mengaku kegiatan membatik benar-benar mengubah hidupnya. 

 

Ia bisa mendapatkan penghasilan rata-rata Rp500 ribu per bulan ketika pesanan dari Bali lancar.

 

“Alhamdulillah, ternyata meski kami disabilitas, masih bisa berkarya seperti orang lain. Harapan kami, pesanan semakin banyak agar penghasilan juga meningkat,” ungkapnya.

 

Satu lembar kain batik ciprat hasil karya kelompok ini dipasarkan dengan harga Rp150 ribu. 

 

Kendati kualitasnya diakui bagus, tantangan terbesar mereka masih terletak pada pemasaran.

 

Menyikapi hal itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, berjanji mendukung penuh upaya para pembatik disabilitas tersebut. 

 

Ia menilai, hasil batik ciprat Kedungdowo punya potensi besar untuk berkembang.

 

“Produk mereka bagus. Pemerintah daerah akan terus memberikan pelatihan agar kualitasnya semakin meningkat, termasuk membantu akses pasar,” tegas Bupati Rio.

 

Dengan dukungan semua pihak, kelompok Batik Rubi Disabilitas Singomulyo Kedungdowo berharap dapat terus menorehkan prestasi, sekaligus menjadi contoh bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan mandiri.

 

(Diskominfo Situbondo)


Dibaca : 227X