Dewan Pengawas Diperkuat, RSUD Abdoerrahem Genjot Kinerja dan Layanan
Situbondo - RSUD Abdoerrahem memperkuat fungsi pengawasan internal melalui Rapat Dewan Pengawas guna memastikan tata kelola rumah sakit berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan good governance.
Direktur RSUD Abdoerrahem, dr Shudarmono, mengatakan Dewan Pengawas memiliki peran penting menjaga arah kebijakan rumah sakit tetap berada di jalurnya.
“Di rumah sakit itu selain manajemen, ada yang mengawasi, namanya Dewan Pengawas. Tujuannya menjamin rumah sakit tetap dalam relnya, menuju akuntabilitas dan good governance,” kata Shudarmono, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, Dewan Pengawas RSUD Abdoerrahem terdiri dari tiga orang. Ketua dijabat Kepala Dinas Kesehatan, Dwi Susilo. Sementara dua anggota lainnya yakni Kepala BKAD Ariyadi dan dr Hendro dari unsur akademisi.
Menurutnya, dr Hendro memiliki pengalaman panjang di bidang perumahsakitan, termasuk pernah menjabat Ketua Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jawa Timur serta kini menjadi pengurus pusat dan Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Jawa Timur.
“Harapannya Dewas ini bisa membantu kami mengatasi berbagai permasalahan di rumah sakit dan memastikan perjalanan rumah sakit ke depan semakin baik,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, manajemen juga memaparkan laporan kinerja triwulan pertama 2026. Shudarmono menyebut, sejumlah indikator menunjukkan tren positif, termasuk indeks kepuasan masyarakat.
“Alhamdulillah, indeks kepuasan masyarakat naik dari sekitar 82 pada 2025 menjadi 93 saat ini, masuk kategori sangat baik,” ungkapnya.
Dari sisi layanan, RSUD Abdoerrahem mengklaim memiliki fasilitas yang cukup lengkap di Situbondo. Salah satu layanan unggulan yang terus didorong adalah terapi penghancur batu ginjal tanpa operasi untuk ukuran di bawah 2 cm.
Selain itu, rumah sakit juga tengah mengoptimalkan layanan terapi hiperbarik serta berbagai fasilitas medis lainnya.
“Pelayanan kami insya Allah termasuk yang paling lengkap, tinggal bagaimana promosi lebih digencarkan,” tambahnya.
Terkait peningkatan kelas rumah sakit, Shudarmono mengatakan arah kebijakan ke depan tidak lagi sekadar kenaikan kelas, melainkan berbasis kompetensi layanan.
“Kami sudah konsultasi ke provinsi. Arahnya nanti peningkatan berbasis kompetensi, bukan hanya naik kelas,” pungkasnya.
(Diskominfo Situbondo)
Dibaca : 6X


Pemerintah Kabupaten Situbondo