Dari Mimpi Jadi Pelaut hingga Jadi Bupati, Mas Rio: Saya Harus Pulang ke Situbondo
SITUBONDO - Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengungkap kisah perjalanan hidupnya yang penuh mimpi dan pencarian jati diri dalam kegiatan bedah buku "Pulang ke Rumah" di Pendopo Rakyat Situbondo, Rabu (13/5/2026).
Di hadapan peserta, Mas Rio menceritakan bagaimana buku dan imajinasi masa kecil membawanya bermimpi menjadi seorang pelaut yang berkeliling dunia.
Ia mengaku terinspirasi dari novel tentang seorang awak kapal pesiar yang menceritakan berbagai kota dan negara kepada kekasihnya, mulai dari Casablanca di Maroko, Rusia, Inggris, Venezuela hingga Alaska.
Cerita itu membuat dirinya kecil begitu terobsesi menjelajah dunia. Bahkan, hampir setiap malam ia tidur sambil memegang atlas dan membayangkan suatu hari dapat menginjakkan kaki di berbagai belahan dunia.
“Masa kecil saya dipenuhi mimpi untuk keliling dunia. Saya sampai sekolah pelayaran di Jogja karena ingin jadi pelaut,” ujarnya.
Mas Rio mengatakan dirinya sempat menjalani pendidikan pelayaran, menjalani on the job training di hotel kawasan Babarsari Yogyakarta, hingga diterima di perusahaan pelayaran internasional Mediterranean Shipping Company (MSC) asal Italia sebagai awak kabin.
Namun takdir berkata lain. Impiannya menjadi pelaut tidak terwujud. Ia kemudian memilih jalan hidup sebagai entrepreneur di Jember lalu merantau ke Jakarta.
Meski demikian, hasrat menjelajah dunia tetap ia lanjutkan. Pada 2017, ia berhasil menuntaskan perjalanan keliling Indonesia dari Aceh hingga Papua.
Ia mengaku banyak belajar tentang keberagaman Indonesia dari perjalanan tersebut, mulai dari budaya, suku bangsa, hingga kuliner Nusantara.
“Saya bertemu banyak orang dari berbagai suku bangsa. Dari Batak, Minang, Melayu sampai ke perbatasan Malaysia,” katanya.
Namun di tengah perjalanan panjang itu, Mas Rio mengaku selalu merasa ada yang memanggil dirinya untuk kembali.
Kerinduan terhadap Situbondo akhirnya membuat dirinya memilih pulang dan terjun membangun daerah kelahirannya.
“Ternyata yang saya cari itu rumah. Dan rumah saya adalah Situbondo,” ucapnya.
Menurut Mas Rio, keputusan pulang muncul karena ia melihat Situbondo belum mengalami perubahan signifikan sejak ia tinggalkan merantau.
Karena itu, ia bertekad membawa Situbondo naik kelas dan lebih dikenal secara luas.
“Saya cinta Situbondo. Saya bersyukur lahir di bumi Situbondo dan saya ingin membawa Situbondo dikenal banyak orang,” tegasnya.
Mas Rio juga berpesan kepada generasi muda agar tidak takut bermimpi besar dan mencari pengalaman di luar daerah. Namun, ia mengingatkan agar tetap ingat jalan pulang.
“Berkarierlah di mana saja, tapi jangan lupa rumah dan tanah kelahiran,” pungkasnya.
(Diskominfo Situbondo)
Dibaca : 21X



Pemerintah Kabupaten Situbondo