Camat Situbondo Dorong Bank Sampah Dawuhan Jadi Penggerak Ekonomi Warga
20 Dec
Camat Situbondo Dorong Bank Sampah Dawuhan Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Situbondo - Camat Situbondo meninjau langsung aktivitas Bank Sampah Wijaya Mandiri di Kelurahan Dawuhan, Kabupaten Situbondo, yang mengelola limbah sampah dapur menjadi pupuk organik bernilai ekonomi.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan potensi pengembangan bank sampah sebagai penggerak partisipasi warga sekaligus penopang ekonomi lokal.

Saat berada di lokasi, Camat Situbondo Rozi Rosa Indratna melihat secara langsung proses pemilahan sampah hingga produksi pupuk cair dan padat berbahan limbah dapur.

Ia menyebut pengelolaan bank sampah tersebut memiliki konsep berkelanjutan yang patut didorong agar dapat direplikasi di wilayah lain.

"Kami ingin mengetahui secara rinci pengelolaan Bank Sampah Wijaya Mandiri Dawuhan. Setelah masuk ke ruang pengelolaan, tidak hanya pemilahan sampah, tetapi juga pemanfaatan limbah dapur menjadi pupuk organik yang bisa digunakan untuk berbagai jenis tanaman," ujar Rozi, Sabtu (20/12/2025).

Rozi mengaku terkejut karena ruang produksi yang relatif kecil mampu menghasilkan nilai ekonomi cukup besar.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari keahlian pengelola bank sampah dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai jual.

"Setelah saya tahu, pendapatannya bisa mencapai sekitar Rp20 juta. Ada sembilan jenis kelompok sampah yang menghasilkan nilai rupiah, ditambah berbagai produk pupuk, pestisida organik, penyubur, penggembur, hingga pembesar buah dengan harga yang bervariasi," paparnya.

Pemerintah Kecamatan Situbondo berencana mendorong pengembangan pengelolaan serupa ke kelompok bank sampah lainnya agar manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh Bank Sampah Wijaya Mandiri.

Rozi menilai, apabila masyarakat memahami bahwa sampah dapat diolah menjadi produk bernilai jual, maka dampaknya tidak hanya pada kebersihan lingkungan, tetapi juga peningkatan pendapatan warga.

Sebagai tindak lanjut, pihak kecamatan akan mengoordinasikan penguatan bank sampah tersebut dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Fokusnya meliputi dukungan perizinan hingga intervensi kebijakan agar usaha berbasis pengelolaan sampah dapat berkembang sebagai UMKM.

"Kami di kecamatan ikut mengoordinasikan lintas sektor. Pak Purwanto membutuhkan apa, termasuk perizinan dan bentuk intervensi lainnya, itu menjadi tugas pemerintah daerah agar UMKM ini bisa berkembang lebih cepat," kata Rozi.

Ia menambahkan, produk pupuk hasil olahan sampah dapur Bank Sampah Wijaya Mandiri saat ini telah dipasarkan ke berbagai daerah, meski masih terbatas karena belum mengantongi izin edar.

"Permasalahannya akan kami inventarisir dan dibahas bersama. Kecamatan tentu tidak bisa berdiri sendiri, harus melibatkan OPD lintas sector," ujarnya.

Sebagai informasi, Bank Sampah Wijaya Mandiri berdiri di atas lahan seluas sekitar 12 x 9 meter. Dari luasan tersebut, area 2 x 3 meter digunakan untuk produksi pupuk cair, sementara sisanya dimanfaatkan sebagai tempat pemilahan sampah.

Sementara itu, pengelola Bank Sampah Wijaya Mandiri, Purwanto, menyampaikan bahwa kunjungan camat bertujuan memastikan proses pemilahan sampah plastik serta pemanfaatan limbah dapur menjadi pupuk cair dan padat yang memiliki manfaat bagi tanaman sejak fase vegetatif hingga generatif.

"Saya ditanya apakah produk ini bisa dijual. Sangat bisa, hanya perlu izin edar. Ibu Camat menyampaikan akan membantu pengurusan izin karena itu menjadi tugas pemerintah daerah," kata Purwanto.

Dengan adanya dukungan pemerintah kecamatan, Purwanto berharap bank sampah di wilayah Kecamatan Situbondo kembali aktif, mengingat volume sampah dapur yang masih belum terkelola secara optimal.

"Dalam sehari, sampah plastik yang masuk bisa mencapai 100 kilogram, sedangkan sampah dapur sekitar 8 kilogram per hari," ujarnya.

Ia berharap kunjungan tersebut dapat menjadi pemicu pengaktifan kembali bank sampah di desa-desa, sehingga volume sampah di kawasan perkotaan dapat ditekan secara bertahap.

"Meski tempat pemilahan kecil, saya siap akuntansi. Sampah apa pun sebenarnya bisa dipilah dan memiliki nilai manfaat yang berbeda, apalagi sudah didukung pemerintah kecamatan," tutupnya.

 

(Diskominfo Situbondo)


Dibaca : 74X