Bupati Situbondo Tekankan Manajemen Talenta dan Kepemimpinan Autentik untuk Dorong Inovasi ASN
SITUBONDO - Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menekankan pentingnya penerapan manajemen talenta dan kepemimpinan autentik dalam mendorong inovasi di kalangan aparatur sipil negara (ASN).
Hal itu disampaikan Bupati Rio dalam sarasehan bersama Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh, bertema “Penguatan Manajemen Talenta dalam Mewujudkan Situbondo Naik Kelas” di Pendopo Rakyat Situbondo, Jumat (10/4/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Rio mengatakan konsep manajemen talenta bukan hal baru, terutama dalam pengelolaan sumber daya manusia di birokrasi. Namun, implementasinya dinilai masih perlu diperkuat agar mampu mendorong peningkatan kinerja ASN.
“Manajemen talenta itu adalah 9 box, yang idealnya merupakan hasil dari kinerja masing-masing ASN,” kata Bupati.
Ia menjelaskan, tantangan dalam penerapan manajemen talenta juga muncul dari perbedaan latar belakang ASN, mulai dari pegawai negeri sipil (PNS) hingga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), yang memiliki karakteristik dan kekuatan berbeda.
Menurutnya, selain manajemen talenta, faktor kepemimpinan juga sangat berpengaruh terhadap budaya kerja dan inovasi di lingkungan birokrasi.
Ia menyoroti pentingnya kepemimpinan autentik atau authentic leadership, yakni gaya kepemimpinan yang terbuka, tidak dibuat-buat, dan memberi ruang bagi bawahan untuk menyampaikan ide.
“Pemimpin itu harus apa adanya, bukan penuh pencitraan. Dengan begitu, ASN tidak takut menyampaikan gagasan,” ujarnya.
Bupati Rio menilai, budaya birokrasi yang terlalu kaku dan hierarkis dapat menghambat lahirnya inovasi, terutama jika ASN merasa takut atau sungkan dalam menyampaikan pendapat.
“Kalau relasi kekuasaan terlalu kuat, ASN bisa takut menyampaikan ide. Akhirnya inovasi tidak muncul,” katanya.
Untuk itu, ia mengaku mendorong suasana kerja yang lebih terbuka dengan melibatkan seluruh ASN dalam setiap proses pengambilan keputusan, termasuk dalam forum rapat.
“Saya ingin rapat itu dinamis. Semua bebas menyampaikan gagasan, meskipun berbeda pandangan. Itu hal yang biasa,” ucapnya.
Ia menambahkan, pendekatan tersebut telah memberikan dampak positif terhadap kinerja daerah, yang ditandai dengan sejumlah capaian, seperti penurunan angka kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan pertumbuhan ekonomi.
“Bukan saya saja, tapi semua terlibat. Dari situ muncul inovasi-inovasi,” ujarnya.
Selain itu, Bupati Rio juga menekankan pentingnya komitmen dan keterlibatan (engagement) ASN dalam mendukung kinerja organisasi.
Ia mengaku mendorong percepatan kerja birokrasi dengan keluar dari pola yang terlalu kaku, termasuk dalam pengelolaan aset daerah.
“Kita punya banyak aset yang harus segera dioptimalkan. Tapi kadang terhambat prosedur yang panjang. Ini yang harus kita cari solusinya agar tidak menghambat,” kata dia.
Melalui penguatan manajemen talenta dan kepemimpinan yang terbuka, Bupati Rio berharap kinerja birokrasi di Situbondo semakin meningkat dan mampu mendorong daerah tersebut 'naik kelas'.
(Diskominfo Situbondo)
Dibaca : 21X



Pemerintah Kabupaten Situbondo