Bupati Situbondo Tegaskan Reformasi Birokrasi: Pelantikan 267 Pejabat Jadi Moment of Truth
21 Nov
Bupati Situbondo Tegaskan Reformasi Birokrasi: Pelantikan 267 Pejabat Jadi Moment of Truth

SITUBONDO – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyebut pelantikan 267 pejabat Administrator, Pengawas, serta pejabat dengan tugas tambahan Kepala UPT Puskesmas sebagai momen paling emosional selama sembilan bulan masa pemerintahannya. Hal itu disampaikan Mas Rio saat memimpin pelantikan di Pendopo Rakyat, Jumat (21/11/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Rio menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan “moment of truth” bagi pemerintahannya. Ia menilai, keberhasilan visi-misi kepala daerah sangat bergantung pada jajaran birokrasi, bukan semata pada bupati dan wakil bupati.

“Visi misi Bupati itu yang mengeksekusi adalah jajaran. Mulai eselon 2, eselon 3, hingga staf fungsional. Ada 7.000 SDM yang kita punya, tetapi jabatan struktural hanya sekitar 10 persen. Di situ sering muncul politik birokrasi,” tegas Mas Rio.

Dalam pidatonya, Mas Rio mengungkapkan bahwa politik birokrasi di level daerah kerap lebih kuat dibanding dinamika politik di DPRD. Ia menilai birokrasi sering kali menjadi arena yang sarat kepentingan, sehingga menghambat eksekusi kebijakan.

“Politik birokrasi itu lebih dahsyat ketimbang politik di DPRD. Karena masing-masing ingin kepentingannya terjaga, akhirnya program tidak tereksekusi dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menyinggung wacana nasional terkait pengangkatan pejabat eselon 2 oleh pemerintah pusat. Menurut Rio, hal itu menjadi indikasi bahwa negara ingin memastikan birokrasi berjalan tanpa hambatan politik daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Mas Rio menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mengulangi pola kepemimpinan sebelumnya yang memutasi ASN jauh dari tempat tinggal hanya karena alasan politik atau ketidaksukaan.

“Saya tidak ingin menjadi bupati yang membuang orang jauh dari rumahnya karena selera politik. Saya kembalikan beberapa ASN ke dekat rumahnya sejak awal menjabat,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa banyak pejabat telah diberi peringatan atau informasi awal terkait kemungkinan rotasi untuk mengukur respons dan semangat kerja mereka.

Camat Akan Jadi Tulang Punggung Kebijakan

Dalam arahannya, Mas Rio memberikan penekanan khusus pada kecamatan yang menurutnya selama ini kurang diberdayakan. Ia menyampaikan bahwa camat akan dijadikan tulang punggung kebijakan daerah.

“Di era saya, camat akan menjadi tulang punggung kebijakan. Kalau butuh 30 pegawai, kita penuhi 30. Kita sudah diskusikan dengan BKN mengenai fleksibilitas penugasan ASN antar-OPD,” jelasnya.

Ia menyebutkan telah meminta forum camat bersama BKPSDM menghitung kebutuhan riil SDM kecamatan agar bisa menjalankan tugas secara optimal.

Bupati juga menugaskan sejumlah camat baru dengan pendekatan tematik sesuai karakter wilayah. Salah satunya penunjukan Roy sebagai Camat Kapongan.

“Kapongan itu sumber air artesis. Roy ini ahli perikanan. Saya ingin camat punya fokus tematik untuk membangun ekonomi wilayahnya,” ujar Rio.

Jawab Keraguan Publik Terhadap Sejumlah Pejabat

Mas Rio secara terbuka menyebut beberapa pejabat yang sempat diragukan publik sebelum dilantik. Salah satunya adalah Yaakob yang kini dipercaya sebagai Camat Besuki.

“Banyak yang meragukan Pak Yaakob. Saya bilang, buktikan. Persoalan utama di Besuki itu sampah. Kalau tidak bisa selesaikan sampah, akan saya turunkan lagi,” tegasnya.

Ia juga meminta standar kerja camat Besuki ditingkatkan dari capaian yang sudah diraih camat sebelumnya.

Dorong Pejabat Muda dan Alumni STPDN Turun ke Lapangan

Rio menyampaikan bahwa banyak lulusan STPDN terlalu lama berada di kantor dinas. Ia ingin mengembalikan karakter lapangan bagi lulusan sekolah pemerintahan tersebut.

“STPDN itu harus turun ke lapangan supaya ilmunya tidak luntur. Sekarang banyak yang kita jadikan camat,” katanya.

Beberapa lurah muda juga dilantik dalam kesempatan itu. Rio menyebut hal ini sebagai strategi regenerasi untuk memperkuat pelayanan publik tingkat kelurahan.

Kinerja Jadi Syarat Utama Rotasi Berikutnya

Bupati Rio menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal 90 persen pejabat yang dilantik hari itu. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa rotasi dilakukan berdasarkan pertimbangan profesional, bukan kedekatan pribadi.

“Saya paling senang ditunjukkan kinerja lebih dulu baru saya memberi sesuatu. Tiga bulan lagi pasti ada evaluasi lagi, karena ada yang pensiun dan saya akan melihat kinerjanya,” pungkasnya.

 

(Diskominfo Situbondo)


Dibaca : 61X