Bupati Komitmen Perjuangkan Pendidikan, Anak Putus Sekolah di Situbondo Didorong Kembali Belajar
Situbondo – Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan memutakhirkan data Anak Tidak Sekolah (ATS).
Sosialisasi program tersebut digelar Rabu (3/9/25) dengan melibatkan 136 operator desa dan kelurahan se-Kabupaten Situbondo.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Situbondo, Fathor Rakhman, menegaskan pentingnya pemutakhiran data ini agar anak-anak yang sempat putus sekolah dapat kembali mengenyam pendidikan.
“Angka anak putus sekolah di Kabupaten Situbondo itu jumlahnya 5.828 anak, tertinggi di Kecamatan Banyuputih dengan 732 anak dan terendah di Kecamatan Mlandingan sebanyak 200 anak. Menyikapi angka ini, Bapak Bupati sangat prihatin dan berkomitmen untuk memastikan lebih banyak anak bisa kembali sekolah,” ungkapnya.
Fathor menambahkan, kondisi rata-rata lama sekolah masyarakat Situbondo masih di angka 6,09 tahun atau setara dengan tingkat SMP kelas 1 belum tuntas.
Karena itu, peran operator desa dan kelurahan menjadi kunci dalam memperbaiki data sekaligus mendorong peningkatan rata-rata lama sekolah.
“Saya minta kesungguhan teman-teman operator agar benar-benar memastikan anak-anak yang tidak sekolah bisa kembali bersekolah. Dari sinilah masa depan pendidikan Situbondo bisa lebih baik,” tegasnya.
Komitmen Pemkab Tingkatkan Mutu Pendidikan
Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Situbondo, Rosy Rosaindratna, menambahkan bahwa Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo memberi perhatian besar pada pendidikan.
Hal ini terlihat dari porsi anggaran APBD yang terus meningkat di sektor pendidikan.
“Salah satu komitmen Bapak Bupati adalah meningkatkan honor guru non-ASN, mulai Rp1,5 juta untuk lulusan S1, Rp1,25 juta untuk D3, dan Rp1 juta untuk SMA. Beasiswa juga ditingkatkan signifikan, termasuk dukungan untuk kejar paket A, B, dan C. Bahkan, penanganan anak tidak sekolah yang dulu belum ada anggaran, kini sudah tersedia,” jelas Rosy.
Rosy juga mengingatkan pentingnya validitas data yang dihimpun dari desa dan kelurahan.
“Masalah anak tidak sekolah ini tidak akan selesai jika datanya tidak valid. Pemerintah daerah hanya bisa bertindak jika memiliki data akurat dari desa dan kelurahan,” tutupnya.
Dengan upaya serius pemutakhiran data dan dukungan anggaran yang semakin besar, Pemkab Situbondo optimistis angka anak tidak sekolah akan terus menurun, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih cerah.
(Diskominfo Situbondo)
Dibaca : 244X



Pemerintah Kabupaten Situbondo