Bupati Dorong Desa Jadi Motor Pembangunan, Andalkan Permainan Tradisional untuk Daya Tarik Wisata
15 Aug
Bupati Dorong Desa Jadi Motor Pembangunan, Andalkan Permainan Tradisional untuk Daya Tarik Wisata

SITUBONDO – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan peran strategis desa sebagai pusat pertumbuhan daerah.

Menurutnya, kemajuan Situbondo tidak boleh hanya bertumpu di perkotaan, melainkan harus berawal dari desa-desa.

“Pesan saya kepada kepala desa semuanya, saya meyakini bahwa sumbu-sumbu pembangunan itu bukan hanya di kota tapi terutama ada di desa. Sumbu-sumbu pembangunan itu harus tumbuh di desa,” kata Bupati dalam pidatonya pada upacara Hari Jadi Situbondo (Harjakasi) ke-207 di Alun-alun Situbondo, Jumat (15/8).

Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu meminta para kepala desa untuk menyampaikan semangat ini kepada masyarakat.

“Sebarkan apa yang menjadi amanat ini, pidato ini, sampaikan kepada masyarakat di desa. Insya Allah tidak hanya Situbondo yang naik kelas, desa harus lebih awal naik kelas,” ujarnya.

Tahun ini, peringatan Harjakasi mengangkat tema “Agustus Main ke Situbondo”.

Tema tersebut, menurut Bupati, dihadirkan untuk mempercepat perputaran ekonomi daerah dengan menarik kunjungan wisatawan dari luar.

“Sulit bagi Situbondo ketika hanya mengandalkan government standing atau uang negara untuk belanja. Kita harus seret dengan cara mendatangkan orang. Kalau mereka datang, mereka akan membawa uang dan membelanjakannya di Situbondo. Perputarannya akan menambah kekuatan fiskal kita,” jelasnya.

Untuk menciptakan daya tarik, Pemkab Situbondo menggelar lomba permainan tradisional yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai anak-anak hingga orang tua.

Permainan ini, yang sebagian besar sudah jarang dimainkan, kembali dihidupkan untuk memberi pengalaman unik bagi wisatawan.

“Explore the tradition and feel the experience, ini saya yang menciptakan kata-kata ini. Orang mau main ke Situbondo harus ada sesuatu yang unik. Kabupaten lain punya yang dijual, maka Situbondo juga harus punya daya tarik sendiri,” tutur Yusuf.

Ia menceritakan, kunjungan mahasiswa asing beberapa waktu lalu membuktikan potensi daya tarik permainan tradisional.

“Mereka bilang ini pengalaman yang tidak akan mereka lupakan. Besok mungkin orang Eropa, Amerika, Australia, Rusia, atau China akan datang ke sini untuk menikmati sajian kita,” ujarnya penuh keyakinan.

Bupati menambahkan, selain untuk pariwisata, permainan tradisional memiliki nilai sosial yang penting.

Di tengah maraknya kehidupan individualistik akibat perkembangan teknologi digital, ia menilai masyarakat perlu kembali pada budaya kebersamaan.

“Permainan tradisional mengajarkan kita untuk kembali ke karakter utama bangsa di benua Asia, yakni kebersamaan. Di situ ada trust building, ada team building,” jelasnya.

Bupati juga mengingatkan bahaya fenomena yang ia sebut “the individualisasi”, yakni kondisi ketika seseorang menampilkan identitas palsu di media sosial dan bebas berkomentar negatif.

“The individualisasi adalah karakter di mana dia tidak menampakkan dirinya secara utuh, gambarnya bukan gambar dirinya, tapi bebas berbicara di media sosial, menghujat. Itu membahayakan,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk kembali pada nilai-nilai asli.

“Mari kita kembali ke karakter asal kita. Bermainlah bersama teman-teman, bangun kebersamaan, dan siapapun boleh datang ke Situbondo di tahun-tahun yang akan datang,” ucapnya.

Menutup pidatonya, Bupati menyatakan optimisme bahwa visi “Situbondo Naik Kelas” akan terwujud dalam lima tahun mendatang melalui kebersamaan, pembangunan desa, dan inovasi berbasis budaya.

“Insya Allah nanti sajian yang kita berikan akan jauh lebih meriah, lebih hebat, dan Situbondo naik kelas akan terwujud,” pungkasnya.

 

(Diskominfo)


Dibaca : 34X