BPK Kunjungi Situbondo, Tinjau Program Kerja Kementan dan KKP
01 Nov
BPK Kunjungi Situbondo, Tinjau Program Kerja Kementan dan KKP

SITUBONDO - Para Direktorat Jenderal (Dirjen) di Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI beserta Anggota IV BPK-RI, Haerul Saleh bersama jajarannya mengunjungi Kabupaten Situbondo, Rabu (1/11/2023). Mereka tiba di Pendopo Aryo Situbondo sekitar pukul 10.00 WIB. 

 

Kedatangan para pejabat di tiga instansi tersebut disambut langsung oleh Bupati Situbondo, Karna Suswandi. 

 

Anggota IV BPK-RI, Haerul Saleh mengatakan, kunjungan ke Kota Santri Pancasila ini terkait pemeriksaan kinerja ketahanan pangan Tahun 2021 sampai dengan Semester I Tahun 2023. Kemudian juga untuk melakukan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu atau PDTT belanja barang dan modal. 

 

"Tujuan dari pemeriksaan kinerja oleh BPK-RI adalah guna menilai efektivitas pemenuhan ketersediaan dan keterjangkauan pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan Tahun 2021 sampai Semester 1 Tahun 2023 pada Kementerian Pertanian," ujarnya. 

 

"Sedangkan, PDTT belanja barang dan belanja modal untuk mendukung komoditas unggulan bertujuan untuk menilai apakah Kementan telah mematuhi peraturan Perundang-undangan yang berlaku dalam pelaksanaan program mendukung komoditas unggulan," tambahnya. 

 

Menurutnya, ada beberapa indikator pelaksanaan program mendukung komoditas unggulan. Mulai dari program ketersediaan akses dan konsumsi pangan berkualitas dan program nilai tambah dan daya saing industri. 

 

"Terkait dengan program ketahanan pangan, alokasi anggaran ketahanan pangan pada Tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar Rp10,1 triliun dari Tahun 2022 sebesar Rp94,1 triliun menjadi sebesar Rp104,2 triliun," bebernya.

 

Dari Tahun 2018 sampai dengan Tahun 2023, kata Haerul Saleh, cenderung mengalami peningkatan meskipun pada saat pandemi Covid-19 sempat mengalami penurunan pada Tahun 2019 dan 2022. Adapun fokus dari anggaran tersebut meliputi program untuk penguatan sektor pertanian dan penguatan cadangan pangan. 

 

Kemudian program penguatan sektor pertanian antara lain pengembangan budidaya pertanian, infrastruktur termasuk juga penyimpanan, subsidi pupuk, pemberian bunga kredit yang rendah, DAK fisik dan non fisik, serta dana desa terkait ketahanan pangan.

 

"Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan diperlukan sinergitas program dan anggaran antar K/L maupun antar pusat daerah. Hal tersebut dilakukan untuk menyiasati ruang fiskal yang sangat terbatas melalui penguatan perencanaan dan penganggaran serta peningkatan quality control terhadap program prioritas," beber Anggota IV BPK-RI, Haerul Saleh. 

 

Lebih lanjut, Haerul Saleh mengungkapkan, terwujudnya ketahanan pangan salah satunya ditandai dengan meningkatnya produktivitas komoditi utama yang dapat mencukupi pangan nasional atau swasembada. "Alhamdulillah beberapa komoditi utama pada Semester I 2023 capaian produksinya sudah di atas 50 persen. Seperti padi 31,50 juta ton atau 57,80 persen dan jagung 16,53 juta ton atau 71,71 persen," tuturnya. 

 

Selanjutnya, terkait dengan hasil pemeriksaan BPK-RI pada Kementerian Pertanian, capaian penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK-RI oleh Kementerian Pertanian pada saat ini mengalami penurunan sebesar 3,55 persen dari 87,36 persen per 19 Agustus 2023, menjadi 83,81 persen per 23 Oktober 2023. 

 

"Hal ini terjadi karena adanya tambahan empat LHP baru dengan jumlah rekomendasi sebanyak 78 rekomendasi, namun pembahasan atau telaah tindak lanjut atas rekomendasi tersebut baru akan dilakukan pada bulan Desember 2023," imbuh Haerul Saleh. 

 

Sementara itu, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi menjelaskan, instansinya akan segera melakukan langkah-langkah strategis dalam rangka percepetan penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK-RI. "Kami juga berkomitmen untuk segera menuntaskan segala permasalahan hasil pemeriksaan BPK-RI," singkatnya. 

 

Di sisi lain, Bupati Situbondo, Karna Suswandi mengapresiasi kedatangan para pejabat di Kementerian Pertanian, KKP dan BPK-RI. "Saya atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih atas kedatangannya di Kabupaten Situbondo. Terima kasih juga atas berbagai bantuan yang diberikan untuk kelompok tani dan kelompok ternak yang ada di Situbondo," ucapnya. 

 

(Prokopim Situbondo)


Dibaca : 1101X