DELAPAN DESA DI SITUBONDO YANG JADI DESA INKLUSI, DAPAT PENDAMPINGAN DARI PEMKAB DAN PPDIS
16 Jul
DELAPAN DESA DI SITUBONDO YANG JADI DESA INKLUSI, DAPAT PENDAMPINGAN DARI PEMKAB DAN PPDIS

SITUBONDO - Ada delapan desa di Kabupaten Situbondo akan menjadi desa yang inklusi. Jumlaah tersebut meningkat di luar tujuh desa sebelumnya yang telah terlebih dahulu menjadi desa inklusi.

Bupati Situbondo, Karna Suswandi mengatakan, untuk delapan desa yang baru tahun ini akan menjadi desa inklusi akan mendapatkan pendampingan dari PPDiS (Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo).

Delapan desa baru tersebut, yakni Trebungan dan Tanjung Glugur, di Kecamatan Mangaran; Desa Juglangan, Klampokan, Curah Jeru, Tenggir, di Kecamatan Panji; dan Desa Kapongan dan Peleyan, di Kecamatan Kapongan.

Menurut Bung Karna, sapaan akrab Bupati Situbondo, langkah ini sebagai salah satu upaya membuka mindset masyarakat tentang kesetaraan hak. Kemudian, bagaimana memperlakukan dan memberi kesempatan uang sama bagi teman-teman penyandang disabilitas. mampu berdaya dan bahkan bersaing.

“Untuk itu, diperlukan sinergitas, kolaboratif, dan keterlibatan publik dalam pembangunan inklusif yang baik. Membangun tanpa ada yang tertinggal,” tegasnya dalam acara Rakor Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Difabel, di Pendapa Arya Situbondo, Selasa (16/7/2024).

Ke depan, Ia berharap seluruh desa di Situbondo bisa memperhatikan indikator-indikatornya untuk megimplementasikan kebijakan pembangunan inklusi.

Di sisi lain, Luluk Ariyantini, Ketua PPDiS Situbondo, menyampaikan, perbedaan desa pada umumnya dengan desa inklusi itu ada pada regulasi yang mengatur tentang disabilitas dan akses sarana prasarana utamanya.

“Minimalnya itu di kantor desa ada bidang miringnya, ada toilet ramah disabitas. Keduanya itu bisa dimasukkan kepada akses disabilitas,” ujar Luluk.

Ia menambahkan pendampingan, pelatihan, penyadaran pada teman-teman difabel di desa-desa untuk menjadi desa inklusi dilakukan bertahap sesuai kontrak dengan PPDiS yakni dari desa 2022 hingga 2025.

“Kami juga memulai dengan mengajak mereka berperan aktif di desa, kecamatan hingga kabupaten,”ujarnya.

Hasilnya kini banyak teman-teman difabel sering dilibatkan rapat koordinasi, hingga perencanaan pembangunan. PPDis juga menjadi jembatan untuk menybungkan teman-teman difabel dengan OPD. Terkait, pelatihan, peluang kerja yang sama, pelayanan kesehatan yang sama, dan pelayanan pendidikan yang setara.

"Hingga hari ini peran mereka bukan hanya pada tataran di desa saja. Pada kecamatan, kabupaten mereka diakui perannya,” pungkasnya.

 

(PROKOPIM Situbondo)


Dibaca : 303X