Bank Sampah Wijaya Mandiri Jadi Penggerak Pengelolaan Sampah di Perkotaan Situbondo
12 Dec
Bank Sampah Wijaya Mandiri Jadi Penggerak Pengelolaan Sampah di Perkotaan Situbondo

SITUBONDO - Bank Sampah Wijaya Mandiri di Kelurahan Dawuhan terus bertahan sejak berdiri pada 2018. Upaya yang diprakarsai lima warga ini berawal dari persoalan sampah yang tidak terkelola dan kerap memicu luapan air sungai di kawasan perkotaan Situbondo.

Saat ini, sedikitnya 130 nasabah rutin menukar sampah dengan uang, sementara sebagian lainnya memilih menukarnya dengan tanaman sayur yang disediakan pengelola. Gerakan warga ini diinisiasi untuk menekan polusi sekaligus memanfaatkan sampah menjadi produk bernilai.

Purwanto, salah satu penggagas, mengatakan bahwa masalah sampah menjadi penyebab utama banjir akibat luapan sungai.

"Semua berawal karena banyak sampah yang terbawa arus sungai, dan saya juga sering melihat warga membuang sampah dapur ke sungai," ujarnya, Jumat 12/12/2025. Ia menegaskan, jika dikelola dengan benar, sampah justru dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Dengan mengusung jargon 'Sampah Kita adalah Tanggung Jawab Sendiri', para pengelola konsisten mengumpulkan, memilah, dan mengolah sampah dari warga. "Saat ini sudah ada 130 nasabah yang menyetorkan sampah ke kami," kata Purwanto.

Terkait dukungan pemerintah, Purwanto menyebut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Situbondo turut membantu dalam beberapa aspek teknis.

"Peran DLH ada, Mas. Yang paling sering itu mengambil sampah botol plastik yang kami jual. Teman-teman DLH yang ambil," ujarnya.

Mereka juga menggencarkan jargon lain, 'Sampah Dipilah, Rupiah Melimpah', untuk mendorong masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap sampah rumah tangga.

Sementara itu, Sekretaris DLH Situbondo, Hendrayono, mengatakan pemerintah telah membentuk 86 bank sampah yang tersebar di seluruh kecamatan sebagai strategi pengurangan sampah dari sumbernya.

"Sosialisasi terus kami lakukan ke masyarakat. Total bank sampah di seluruh kabupaten saat ini berjumlah 86," ujarnya.

DLH juga merencanakan bimbingan teknis bagi pengelola bank sampah untuk meningkatkan kemampuan pengolahan sampah secara berkelanjutan. Menghadapi masa peralihan musim, masyarakat diimbau lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan.

"Jangan membuang sampah di luar TPS. Bersihkan selokan di sekitar rumah, dan kurangi penggunaan plastik sekali pakai," kata Hendrayono.

 

(Diskominfo Situbondo)


Dibaca : 53X