Wabup Ulfiyah Apresiasi Dedikasi HIMPAUDI, Insentif Guru PAUD Situbondo Naik Jadi Rp400 Ribu
31 Aug
Wabup Ulfiyah Apresiasi Dedikasi HIMPAUDI, Insentif Guru PAUD Situbondo Naik Jadi Rp400 Ribu

SITUBONDO - Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah mengapresiasi dedikasi Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) dalam mendukung pembangunan pendidikan, khususnya pembentukan karakter anak usia dini di Kabupaten Situbondo.

Hal tersebut disampaikan Ulfiyah saat menghadiri Apel Hari Jadi HIMPAUDI ke-21 di Alun-alun Situbondo, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti ratusan Bunda PAUD dari berbagai kecamatan di Kabupaten Situbondo.

Dalam sambutannya, Ulfiyah menyampaikan terima kasih kepada seluruh Bunda PAUD yang selama ini telah menjalankan tugas mendidik anak usia dini dengan penuh ketelatenan, kesabaran dan kegigihan.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Situbondo, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk seluruh Bunda PAUD. Telah memberikan sinergi yang luar biasa dalam membentuk karakter anak-anak didik kita, utamanya usia dini," ujarnya.

Menurut Ulfiyah, pendidikan anak usia dini merupakan bagian penting dalam membentuk karakter generasi masa depan. Karena itu, peran pendidik PAUD tidak hanya memberikan pembelajaran, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak kepada anak sejak usia dini.

Ia menegaskan, Pemkab Situbondo akan terus memberikan perhatian terhadap keberadaan dan kesejahteraan pendidik PAUD, meskipun kondisi anggaran daerah saat ini cukup terbatas.

"Di tengah kondisi anggaran kita yang sangat minim, perhatian pemerintah kepada Bunda-bunda semuanya insyaallah akan kami berikan semaksimal mungkin," katanya.

Salah satu bentuk perhatian tersebut, lanjut Ulfiyah, berupa peningkatan insentif bagi pendidik PAUD di Kabupaten Situbondo pada tahun anggaran 2026.

Ia menyebut, insentif yang sebelumnya sebesar Rp350 ribu per bulan kini meningkat menjadi Rp400 ribu per bulan. Peningkatan tersebut diberikan secara bertahap kepada ratusan pendidik PAUD di Kabupaten Situbondo.

"Pada tahun anggaran 2026, insyaallah seluruh barokah dari Bunda-bunda PAUD sudah dinaikkan. Semula Rp350 ribu, sekarang menjadi Rp400 ribu. Ini se-Kabupaten Situbondo," jelasnya.

Ulfiyah juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Hj. Zeiniye, yang dinilai terus memberikan perhatian terhadap pengembangan kapasitas Bunda PAUD di Situbondo.

Menurutnya, berbagai pemberdayaan dan inovasi pembelajaran yang diberikan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini, mulai dari Kecamatan Banyuputih hingga Banyuglugur.

"Semoga ilmu yang diberikan akan terus memberikan sejarah baru untuk mencerdaskan anak-anak kita, utamanya anak-anak usia dini,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Ulfiyah juga mengajak seluruh Bunda PAUD dari 17 kecamatan untuk menunjukkan kekompakan dan semangat dalam memperingati Hari Jadi HIMPAUDI ke-21.

Ia menyebut sejumlah kecamatan, mulai dari Kendit, Banyuputih, Asembagus, Jangkar, Arjasa, Kapongan, Mangaran, Panji, Situbondo, Panarukan, Bungatan, Mlandingan, Suboh, Jatibanteng, Sumbermalang, Banyuglugur hingga Besuki.

Ulfiyah berharap HIMPAUDI terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini dan menghadirkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.

"Yang utama adalah bagaimana menerapkan karakter anak-anak kita, akhlakul karimah anak-anak kita sesuai dengan jargon kita, Situbondo Kota Santri," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua HIMPAUDI Kabupaten Situbondo Indah Ayu Linurtin mengatakan, pada momentum Hari Jadi HIMPAUDI ke-21, pihaknya berharap adanya kesetaraan yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan para pendidik PAUD.

Indah menjelaskan, hingga saat ini pendidik PAUD nonformal belum dapat disebut sebagai guru karena ketentuan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dalam regulasi tersebut, mereka masih dikategorikan sebagai pendidik.

"Kami yang pasti mengharapkan kesetaraan sehingga bisa mewujudkan kesejahteraan. Karena sampai detik hari ini, kami belum bisa disebut sebagai guru. Hal tersebut karena berbenturan dengan Undang-Undang Sisdiknas," ujarnya.

Ia berharap pemerintah memberikan ruang bagi pendidik PAUD nonformal untuk mendapatkan pengakuan sebagai guru sehingga kesetaraan dan kesejahteraan dapat diwujudkan.

Indah menyebut jumlah pendidik PAUD yang tergabung dalam HIMPAUDI Kabupaten Situbondo mencapai 1.468 orang yang tersebar di 472 lembaga.

Untuk mendukung kesejahteraan para pendidik, Pemerintah Kabupaten Situbondo saat ini memberikan insentif sebesar Rp400 ribu per bulan. Selain itu, sebagian pendidik juga memperoleh dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Alhamdulillah pemerintah daerah sangat mendukung kami sehingga kami bisa mendapatkan insentif yang setiap tahunnya bisa naik. Untuk tahun 2026 ini kami mendapatkan insentif Rp400 ribu per bulan," katanya.

Terkait program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan, Indah menjelaskan bahwa program tersebut merupakan dukungan pemerintah pusat yang mengacu pada data pokok pendidikan (Dapodik) yang diinput oleh masing-masing lembaga.

Ia berharap dukungan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, dapat terus diperkuat sehingga kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Situbondo semakin baik.

 

(Kominfo Situbondo)


Dibaca : 7X