Wabup Ulfi Lepas Onthelis Situbondo ke IVCA 2026 dari Titik 1000 Km Anyer-Panarukan
16 May
Wabup Ulfi Lepas Onthelis Situbondo ke IVCA 2026 dari Titik 1000 Km Anyer-Panarukan

SITUBONDO - Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah melepas puluhan onthelis dan onthelista dari titik nol sekaligus penanda 1.000 kilometer Jalan Raya Pos Anyer–Panarukan di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Sabtu (16/5/2026). Para pesepeda tersebut akan menempuh perjalanan menuju Prambanan, Jawa Tengah, untuk mengikuti ajang The International Veteran Cycling Association (IVCA) 2026.

Pelepasan peserta berlangsung di Tugu 1.000 Km Anyer–Panarukan Situbondo. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Disparpora Situbondo Edi Wiyono, Ketua Persatuan Olahraga Masyarakat Indonesia, serta Camat Panarukan.

Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Situbondo mengangkat kembali sejarah besar Anyer–Panarukan sebagai identitas daerah.

“Ini merupakan bagian dari rencana besar pemerintah daerah, khususnya Bupati Situbondo Mas Rio, untuk menghadirkan Festival Anyer-Panarukan. Situbondo memiliki sejarah luar biasa yang harus terus kita hidupkan,” kata Mbak Ulfi.

Menurutnya, keberangkatan para onthelis dari Panarukan bukan sekadar perjalanan olahraga, melainkan juga gerakan budaya dan promosi wisata yang memiliki nilai historis tinggi.

Mbak Ulfi juga mengapresiasi kehadiran peserta dari berbagai daerah, termasuk Bali dan kawasan Tapal Kuda. Ia menilai antusiasme tersebut menunjukkan bahwa Situbondo memiliki daya tarik besar sebagai pusat kegiatan berbasis sejarah dan budaya.

“Ini langkah awal. Ke depan akan ada kegiatan yang lebih besar untuk merangkul seluruh komunitas, termasuk generasi muda, santri, dan pelajar agar ikut mencintai sepeda tua dan sejarah daerahnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mbak Ulfi turut mengenang masa mudanya saat menempuh pendidikan di pondok pesantren. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan sepeda ontel tua karena dahulu sering menggunakannya untuk mengantar surat.

“Sepeda ontel punya kenangan tersendiri bagi saya. Dulu saat di pesantren, saya sering mengantar surat menggunakan sepeda tua. Jadi hari ini saya merasa sangat dekat dengan kegiatan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Situbondo Bambang Waluyo Jati menyampaikan bahwa titik 1.000 kilometer Anyer–Panarukan dipilih sebagai lokasi start karena memiliki nilai historis yang kuat.

Menurut Bambang, Panarukan merupakan ujung timur Jalan Raya Pos yang dibangun pada masa kolonial dan menjadi bagian penting dari sejarah Nusantara.

“Kalau digabung dari barat dan timur, diperkirakan sekitar 85 peserta akan masuk ke Prambanan pada waktu yang hampir bersamaan,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, sebanyak 21 peserta berangkat langsung dari Panarukan menuju Prambanan. Sementara dari jalur Anyer hingga Prambanan tercatat sekitar 35 peserta dan akan bertambah karena sejumlah pesepeda dari berbagai daerah bergabung di tengah perjalanan.

Para peserta dijadwalkan tiba di Prambanan pada 21 Mei 2026 untuk mengikuti festival sepeda tua dunia IVCA 2026 yang diperkirakan dihadiri sekitar 10 ribu peserta dari berbagai negara.

“IVCA ini bukan event biasa. Ini ajang internasional yang akan diikuti pecinta sepeda tua dari banyak negara. Tentu menjadi kebanggaan bagi Situbondo karena Panarukan menjadi salah satu titik keberangkatan,” tambahnya.

Bambang juga menyebut komunitas KOSTI di Kabupaten Situbondo memiliki anggota yang besar, dengan jumlah diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang yang tersebar di berbagai kecamatan.


Dibaca : 9X