Wabup Situbondo Sidak Pelabuhan Jangkar, Pastikan Tak Ada Calo Tiket Berkeliaran
SITUBONDO - Wakil Bupati (Wabup) Situbondo, Ulfiyah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pelabuhan Jangkar, Kecamatan Jangkar, Selasa, 15 Juli 2025. Tujuannya untuk menindaklanjuti keluhan dari masyarakat terkait maraknya calo tiket kapal feri.
Mbak Ulfi sapaan akrabnya mengataka, bahwa Sidak yang ia lakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi di lapangan, khususnya terkait adanya calo tiket yang bermain di Pelabuhan Jangkar. Sebab, para calon itu menjual tiket kepada penumpang kapal dengan harga tinggi.
"Setelah kami testimoni ternyata para penumpang itu membeli tiketnya ada yang H- 1 pemberangkatan itu masih bisa," katanya.
Setelah meninjau langsung kondisi di Pelabuhan Jangkar, Mbak Ulfi memastikan, para abang becak yang ada di sekitar Pelabuhan Jangkar bukanlah calo tiket, melainkan mereka disuruh oleh para penumpang kapal untuk membelikan tiket.
"Artinya Abang Abang becak itu bukan calo, tetapi dia itu disuruh oleh pelanggan untuk membelikan tiket seharga sesuai dengan dibelinya. Sehingga bisa dipastikan di pelabuhan jangkar tidak ada calo-calo tiket yang bermain," sampainya.
Wabup Situbondo juga mengungkapkan, ia telah berkoordinasi dengan KSOP dengan ASDP terkait penambahan kuota cadangan tiket. "Jika KSOP perkapalan itu menyatakan aman ada penambahan, maka ASDP mempersilahkan penambahan sehingga dibuka tiketnya," ungkapnya.
Mbak Ulfi menyatakan, banyak harapan dari masyarakat agar ada penambahan kapal, khususnya dengan tujuan Pulau Sapudi, Madura. Sebab, antusias masyarakat untuk dari dan tujuan Pulau Sapudi sangat tinggi.
"Jadi para penumpang tadi berharap ada penambahan kapal. Sementara itu, untuk tujuan lembar itu untuk kapal agar ditambah yang mana dulu ada lima sedangkan sekarang hanya ada satu," pungkasnya.
Sementara itu, Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan, petugas gabungan dikerahkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan Pelabuhan Jangkar. Fokus utama pada pengecekan identitas penumpang, pemeriksaan sarana keselamatan pelayaran, serta edukasi kepada masyarakat pengguna jasa pelabuhan.
"Pengamanan di pelabuhan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencocokan tiket penumpang dengan KTP, hingga memastikan bahwa manifest penumpang kapal telah tercatat secara valid dan akurat," ucapnya.
"Kami melakukan pengecekan identitas guna memastikan seluruh data penumpang yang naik kapal tercatat sesuai manifest. Ini penting sebagai bentuk pencegahan potensi tindak kejahatan dan memastikan keselamatan pelayaran," imbuh Gede.
Selain itu, sambung Gede, personel Satpolairud juga melakukan pengecekan terhadap alat keselamatan di atas KMP Wicitra Darma I yang akan berlayar menuju Pulau Sapudi, Madura. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa kapal tersebut telah memenuhi standar keselamatan, yakni dengan 420 life jacket dan 12 liferaft berkapasitas masing-masing 25 orang.
"Kelayakan alat keselamatan menjadi syarat utama agar kapal diizinkan berlayar. Hasil pengecekan kami menyatakan KMP Wicitra Darma I telah memenuhi persyaratan," tuturnya.
Gede menyatakan, jajaran Satpolairud juga mengedukasi para penumpang serta masyarakat pengantar agar mematuhi peraturan pelabuhan dan tata tertib pelayaran. Termasuk juga memberikan imbauan agar tidak menggunakan jasa calo dalam pembelian tiket.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk meminimalisir tindak kriminalitas serta menjaga kenyamanan dan keselamatan masyarakat di jalur transportasi laut. Kami pastikan pelabuhan Jangkar tetap kondusif. Keamanan pelayaran adalah tanggung jawab bersama, dan Polri hadir untuk memastikan hal itu berjalan dengan baik," tutupnya.
(Diskominfo Situbondo)
Dibaca : 68X



Pemerintah Kabupaten Situbondo