Kembangkan Produk UMKM Kopi, Pemkab Situbondo Gandeng UNHAS Makassar
23 Jun
Kembangkan Produk UMKM Kopi, Pemkab Situbondo Gandeng UNHAS Makassar

SITUBONDO - Pemkab Situbondo menggandeng Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar untuk mengembangkan produk UMKM, khususnya kopi.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, Pemkab Situbondo bekerjasama dengan UNHAS Makassar dalam produksi kopi bercita rasa seperti kopi luwak menggunakan teknologi fermentasi ohmic.

Penandatanganan perjanjian kerjasama ini antara anak perusahaan UNHAS, yaitu PT Hadin Agrivisi Internusa dengan KMP Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang.

"Kerjasama ini dijalankan melalui sinergi triple helix antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan perguruan tinggi. Koperasi Merah Putih Baderan akan menjadi leading sector dalam kegiatan ini," ujarnya, Minggu, 22 Juni 2025.

Bupati yang akrab disapa Mas Rio ini melanjutkan, teknologi ohmic ingin menyamai atau bahkan melebihi rasa dari kopi luwak. "Kopi luwak itu kan mahal, sehingga tidak bisa dijangkau kebanyakan masyarakat kita. Nah, teknologi ini seperti shortcut agar semua orang bisa menikmati rasa kopi Luwak," tegasnya.

Menurut Mas Rio, derajat kesamaan cita rasa kopi hasil fermentasi Ohmic dengan kopi luwak asli sangat tinggi. "Bayangkan, satu cangkir kopi luwak di Amerika bisa Rp1,2 juta. Dengan teknologi ini, masyarakat kita bisa menikmati rasa yang sama tanpa harga setinggi itu. Ini tentu meningkatkan harga jual kopi kita dan memberikan nilai tambah bagi petani,”tambahnya.

Lebih lanjut, Mas Rio menyebut, potensi kopi di Situbondo sangat besar. Di Desa Baderan saja saat musim panen mampu mengirim 32 ton kopi per hari, dengan perputaran ekonomi mencapai Rp30 hingga Rp40 miliar selama musim panen.

"Kalau kita sentuh dengan teknologi ini, pasti ada nilai tambah. Green bean saja kalau naik Rp50 ribu per kilogram itu sudah cukup untuk menutup HPP dan memberi keuntungan lebih bagi petani," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual UNHAS Makassar, Asmi Citra Malina menyampaikan, teknologi ohmic bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi Baderan.

"Teknologi ini memanfaatkan aliran arus listrik langsung untuk memanaskan biji kopi secara merata, menjadikannya lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan teknologi ohmic, kami mampu menghasilkan kopi berkualitas tinggi tanpa harus melalui proses fermentasi alami dengan bantuan hewan luwak. Ini jauh lebih higienis dan bisa diproduksi dalam skala besar," ucapnya.

Menurutnya, kopi Baderan memiliki keunggulan dari segi karakter rasa. Namun, harga jual di tingkat petani masih tergolong rendah. Melalui teknologi ini, diharapkan kualitas dan kuantitas produksi meningkat, sehingga kesejahteraan petani pun ikut terangkat.

Ia menuturkan bahwa teknologi ohmic sebelumnya telah diterapkan pada kopi luwak Toraja dan berhasil meraih skor kualitas 87 dalam uji laboratorium tersertifikasi di Jember. Angka itu melampaui rata-rata skor kopi luwak konvensional yang umumnya berada di kisaran 85.

"Ke depan, kami tidak hanya menyediakan alat, tapi juga melakukan pendampingan dan pelatihan bagi petani, agar teknologi ini benar-benar bisa dimanfaatkan secara maksimal," imbuhnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Baderan, Joni menyambut antusias kerja sama ini. Ia menilai kehadiran teknologi ohmic sebagai peluang besar untuk meningkatkan kapasitas produksi unit usaha Koperasi Merah Putih Desa Baderan.

"Ini sangat membantu kami. Kami akan berusaha mengelola alat ini dengan baik dan memanfaatkan teknologi seoptimal mungkin untuk kemajuan desa," katanya.


(Diskominfo Situbondo)


Dibaca : 235X