Harjakasi Jadi Momentum Bupati Situbondo Terjemahkan Nilai Perjuangan Pendahulu ke Kebijakan Pembangunan
SITUBONDO – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-208 tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah daerah, tetapi juga menjadi refleksi bagi Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk meneruskan semangat para pendahulu melalui kebijakan pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat melakukan ziarah ke sejumlah makam pahlawan, tokoh leluhur, dan mantan bupati di Situbondo, Rabu (12/8/2026).
Menurut Bupati, sejarah tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus dipahami dan diterjemahkan menjadi pijakan dalam menentukan arah pembangunan daerah.
"Hari Jadi Kabupaten Situbondo ini kan refleksinya bagaimana sejarah itu kita kumpulkan, kemudian kita interpretasikan, merefleksikan, menginterpretasikan, selalu seperti itu," ujar Bupati Yusuf Rio.
Ia menegaskan, semangat para pejuang yang telah berjuang untuk kemerdekaan harus menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk membawa Situbondo semakin maju dan naik kelas.
"Yang lalu kita sarikan, sekarang kita terjemahkan menjadi kebijakan supaya Situbondo benar-benar bisa maju," tegasnya.
Bupati mengatakan, para pejuang pada masa lalu memiliki tujuan besar, yakni memerdekakan sekaligus memajukan bangsa dan masyarakat. Semangat tersebut dinilai tetap relevan untuk diteruskan dalam pembangunan Kabupaten Situbondo.
"Karena kepentingan para pejuang tidak ada lain selain ingin memerdekakan kemudian memajukan bangsanya, umatnya," katanya.
Dalam rangkaian ziarah tersebut, Bupati bersama jajaran Forkopimda dan OPD mengunjungi Makam Pahlawan Nasional KHR As'ad Syamsul Arifin di kawasan Pondok Pesantren Sukorejo, Kecamatan Banyuputih, Makam Kiai Pateh Saleh di Kelurahan Patokan, serta makam H. Dadang Wigiarto, mantan Bupati Situbondo ke-21.
Bupati menilai perjuangan KHR As'ad Syamsul Arifin menjadi salah satu bagian penting yang perlu terus direfleksikan. Menurutnya, Kiai As'ad mampu mengonsolidasikan berbagai kelompok masyarakat untuk bersama-sama menghadapi penjajahan.
"Beliau ini mengkonsolidasi banyak aspek, banyak kalangan, baik dari kalangan santri, kalangan kiai, kalangan ustadz, bahkan dari para kelompok-kelompok yang dikumpulkan, kemudian berperang melawan Belanda," ungkapnya.
Karena itu, menurut Bupati, ziarah bukan sekadar kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut menjadi pengingat agar generasi sekarang memahami pengorbanan para pendahulu sekaligus mengambil nilai perjuangannya untuk pembangunan.
"Jadi, tidak ada alasan selain bagaimana kita menghargai, merefleksikan perjuangan para pejuang bangsa, pahlawan Negara Republik Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, makam Bupati Situbondo pertama yang berada di wilayah Besuki diagendakan untuk diziarahi dalam rangkaian Hari Jadi Besuki ke-262 pada 8 September 2026.
(Diskominfo Situbondo)
Dibaca : 44X



Pemerintah Kabupaten Situbondo