Buka Konsultasi Publik Penyusunan RDTR Kecamatan Suboh, Ini Pesan Bupati Situbondo
SITUBONDO - Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo membuka acara konsultasi publik ke I penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Suboh secara virtual, Senin, 05 Agustus 2025.
Acara yang digelar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman (DPUPP) KabupatenSitubondo ini berlangsung di Ballroom Hotel Lotus, Kecamatan Panji.
Dalam kesempatan itu, bupati yang akrab disapa Mas Rio ini mengatakan, dalam membangun Kabupaten Situbondo diperlukan peran bebagai pihak, termasuk juga para investor.
"Membangun Kabupaten Situbondo tidak bisa hanya mengandalkan APBD saja. Oleh karena itu, diperlukan peran swasta," ujarnya.
Ketika ada investor yang menanamkan modalnya di Kabupaten Situbondo, kata Mas Rio, maka pertumbuhan ekonomi meningkatkan dengan drastis. "Ketika kabupaten itu sektor swastanya bergerak, maka pertukaran uang di kabupaten tersebut akan meningkat. Kalau hanya mengandalkan government Rp1,7 triliun, Rp2 triliun tidak akan cukup untuk membangun kabupaten selevel Situbondo," bebernya.
"Untuk itu swasta harus dikasih kesempatan besar untuk menginvestasikan dananya di Situbondo. Sehingga ada perputaran uang yang meningkat, dengan begitu daya beli masyarakat terus membaik dan itu bisa menjaga inflasi," tambah Bupati Situbondo.
Oleh karena itu, Mas Rio memiliki, supaya penyusunan RDTR harus ramah investor. "Tujuannya jelas, kami ingin menjadikan Situbondo ini ramah kepada investor, karana hanya dengan investasi kabupaten ini mampu bersaing dengan daerah lain," tegasnya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Situbondo, Wawan Setiawan menyatakan, konsultasi publik RDTR ini sangat penting untuk menyamakan pandangan dalam membangun Kecamatan Suboh. Dengan begitu pembangunan di wilayah Suboh dan sekitarnya ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan potensi yang ada.
"Oleh karena itu, kami berharap peran penting kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama dalam konsultasi publik ini. Di konsultasi publik ini kita juga dibantu oleh akademisi di bidangnya masing-masing. Nanti dikaji kira-kira cocok apa tidak tata ruang seperti ini di Suboh dan sekitarnya," ucapnya.
Wawan menjelaskan, RDTR Kecamatan Suboh berisi instrumen-instrumen dalam rangka untuk merumuskan kebijakan. Seperti pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang.
"RDTR nanti menjadi salah satu instrumen yang terus kita pegang. Sehingga penataan ruang di wilayah Kecamatan Suboh sesuai dengan potensi yang ada,"tuturnya.
Di sisi lain, Plt Kepala DPUPP Kabupaten Situbondo, Abdul Kadir Jaelani mengungkapkan, Kecamatan Suboh sangat strategis. Sebab, ada exit tol terakhir jalan tol Probowangi.
"Oleh karena itu, kami meminta kepada para peserta supaya memberikan masukan dan saran kepada Pemkab Situbondo. Terutama dengan adanya exit tol di Kecamatan Suboh. Jalan tol ini sangat berpengaruh banyak bagi perekonomian masyarakat, kebetulan exit tol terahir ada di Suboh," katanya.
(Diskominfo Situbondo)
Dibaca : 33X



Pemerintah Kabupaten Situbondo