Tren Pengguna Program Sehati Terus Meningkat
SITUBONDO - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Situbondo, dr. Sandy Hendrayono menyebut tren pengguna Program Situbondo Sehat Gratis atau SEHATI dari Tahun 2021 hingga 2023 mengalami peningkatan.
"Data di kami pada Tahun 2021 ada 1.907 pasien yang menggunakan Program SEHATI, di Tahun 2022 mengalami peningkatan yang signifikan, yakni mencapai 13.128 pasien. Kemudian pada Tahun 2023 pengguna Program SEHATI kembali mengalami peningkatan, yaitu mencapai 17.715 pasien," beber Kadinkes Situbondo kepada awak media, Selasa, 13 Agustus 2024.
dr. Sandy melanjutkan, pada bulan Januari hingga Juli 2024 ini, pengguna Program SEHATI sudah mencapai 11.342 pasien. "Ini membuktikan bahwa Program SEHATI sangat dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat Situbondo, khususnya mereka yang tidak tercover pada jaminan kesehatan nasional atau BPJS," tegasnya.
Mantan Direktur RSUD Asembagus ini menyampaikan, program besutan Bupati Karna Suswandi dan Wabup Nyai Khoirani ini memang memberikan kemudahan bagi masyarakat Situbondo yang ingin berobat ke fasilitas kesehatan milik pemerintah. Yakni hanya menunjukkan KTP elektronik. "Untuk yang menginput ke DTKS itu nanti pihak Puskesmas ataupun rumah sakit yang dibantu oleh Dinas Sosial," ujarnya.
Lebih jauh, dr. Sandy mengungkapkan, empat rumah sakit besar di Jawa Timur juga melayani pasien rujukan Program SEHATI. Sehingga, dapat dipastikan program ini tidak hanya berlaku di rumah sakit milik Pemkab Situbondo saja.
"Untuk yang rujukan itu kelas B dengan RSUD dr. Koesnadi Bondowoso. Rujukan lagi kelas A itu ada RSUD dr. Saiful Anwar Malang, RSUD dr. Soetomo Surabaya, dan Rumah Sakit Jiwa Menur di Surabaya. Sementara itu yang kita MoU kan," ujarnya kepada awak media, Selasa, 13 Agustus 2024.
Untuk pasien yang dirujuk ke empat rumah sakit plat merah itu, kata dr. Sandy, cukup hanya membawa surat rujukan dari Dinas Kesehatan yang menyatakan bahwa pasien tersebut menggunakan program Sehati. "Nah itu kita perkirakan kalau rujukan hampir tidak sampai Rp10 juta untuk penyakit-penyakit yang ringan, tetapi kalau untuk penyakit berat itu biasanya langsung kami alihkan ke BPJS daerah," tegasnya.
Di sisi lain, Bupati Situbondo, Karna Suswandi memastikan, Program SEHATI bakal dilanjutkan dan ditingkatkan anggarannya di tahun 2025. "(Program-red) SEHATI ini sudah menjadi idaman masyarakat Situbondo, sehingga kami tidak mungkin menghapus Program SEHATI ini. Di Tahun 2025 kalau tidak salah anggaran Program SEHATI naik jadi Rp25 miliar," ucap pria asal Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa ini.
(PROKOPIM Situbondo)
Dibaca : 199X



Pemerintah Kabupaten Situbondo