Transparan dan Terbuka, Bupati Yusuf Rio Serukan Kolaborasi untuk Situbondo
06 Aug
Transparan dan Terbuka, Bupati Yusuf Rio Serukan Kolaborasi untuk Situbondo

SITUBONDO – Menyikapi dinamika pasca aksi demonstrasi yang berlangsung pekan lalu dan berkembangnya isu laporan ke pihak kepolisian, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyampaikan pernyataan resmi dari ruang kerjanya di Pendopo Rakyat Situbondo, Rabu (6/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa demonstrasi merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi dan menjadi bagian dari iklim demokrasi yang sehat di Situbondo.

Ia menyampaikan bahwa dirinya telah menghadapi aksi tersebut secara langsung dan terbuka tanpa pengawalan ketat.

“Sebagai mantan aktivis, saya paham betul makna demonstrasi. Ini bagian dari dialog publik, dan saya tidak merasa terganggu. Bahkan setelah aksi, saya tetap menjalin komunikasi baik dengan para peserta,” ujar Bupati.

Menanggapi laporan ke kepolisian yang mencuat ke publik, Bupati menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui siapa pihak yang dilaporkan.

Namun demikian, ia menyambut baik langkah-langkah evaluatif dan proporsional yang telah diambil oleh instansi terkait.

“Kami sudah berkomunikasi sejak awal pekan ini dengan institusi terkait. Hari ini, saya berharap laporan tersebut dapat dicabut demi menjaga kondusivitas Situbondo dan Jawa Timur secara umum,” tambahnya.

Bupati juga mengimbau agar seluruh pihak, baik masyarakat maupun pemangku kepentingan, menahan diri dan tidak lagi memperkeruh suasana dengan aksi-aksi tambahan.

Ia menyatakan bahwa Pendopo Rakyat terbuka untuk semua elemen masyarakat yang ingin berdialog, bahkan di luar jam kerja sekalipun.

“Pintu rumah saya tidak pernah dikunci. Pendopo Rakyat terbuka 24 jam. Silakan datang, berdiskusi, atau menyampaikan masukan secara langsung," ujarnya.

Dalam pernyataannya, Bupati juga menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam masa pemerintahannya.

Ia menyatakan terbuka terhadap kritik konstruktif, khususnya jika menyangkut potensi penyalahgunaan kewenangan atau keuangan negara.

“Kalau saya salah langkah, silakan dikritik, bahkan dilaporkan. Tapi selama ini kami sangat terbuka, baik dalam kebijakan maupun pengelolaan anggaran,” pungkasnya.

Bupati berharap dinamika yang terjadi dapat menjadi bagian dari proses 'pengaturan ulang' atau adjustment period dalam fase awal pemerintahannya.

Ia mengajak semua pihak untuk kembali bergandengan tangan dan berkolaborasi demi kemajuan Situbondo.


Dibaca : 80X