Rutan Situbondo Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Pelatihan Kerajinan Kayu Bekas
31 Oct
Rutan Situbondo Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Pelatihan Kerajinan Kayu Bekas

Situbondo - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo terus berkomitmen melakukan pembinaan dan pemberdayaan bagi warga binaan pemasyarakatan.

Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui program pelatihan kemandirian dengan memanfaatkan kayu bekas menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Dalam kegiatan ini, warga binaan dilatih membuat berbagai kerajinan seperti miniatur kapal, mobil, kereta api, hingga hiasan meja yang unik dan menarik.

Hasil karya mereka bahkan telah diminati masyarakat karena memiliki nilai estetika dan fungsi yang tinggi.

Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo, Suwono, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi modal hidup setelah mereka selesai menjalani masa hukuman.

“Kami ingin para warga binaan memiliki keahlian yang bisa dimanfaatkan saat mereka kembali ke masyarakat. Dengan keterampilan ini, mereka bisa mandiri dan membangun usaha sendiri,” ujar Suwono, dikutip Jumat 31 Oktober 2025.

Selama pelatihan, warga binaan mendapatkan bimbingan langsung dari petugas pemasyarakatan, mulai dari teknik dasar pertukangan, pengampelasan, pengecatan, hingga tahap akhir penyelesaian produk.

Pendekatan ini tidak hanya menekankan keterampilan teknis, tetapi juga ketelitian dan kreativitas agar setiap karya memiliki nilai seni dan ekonomi.

Menurut Suwono, program pembinaan ini merupakan bagian dari penerapan prinsip pemasyarakatan yang humanis.

Setiap warga binaan diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, berkarya, dan berkontribusi positif.

“Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini menumbuhkan semangat perubahan dan rasa percaya diri warga binaan. Mereka merasa dihargai dan diberi kesempatan untuk berkembang,” tambahnya.

Ke depan, hasil karya warga binaan akan ditampilkan dalam kegiatan internal maupun pameran produk hasil pembinaan narapidana di berbagai kesempatan.

Langkah ini diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus berkarya dan berinovasi dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar.

“Kami berharap semangat berkarya ini terus tumbuh. Setiap potongan kayu bekas bisa menjadi simbol perubahan dari sesuatu yang tak terpakai menjadi sesuatu yang bernilai,” tutup Suwono dengan optimistis.

 

(Diskominfo Situbondo)


Dibaca : 84X