Penduduk Miskin di Situbondo Turun 0,39 Persen
01 Aug
Penduduk Miskin di Situbondo Turun 0,39 Persen

SITUBONDO - Jumlah sebaran penduduk miskin di Kabupaten Situbondo pada Maret 2024 mengalami penurunan sebanyak 2045 orang dibanding tahun 2023 pada bulan yang sama. Data itu berdasarkan rilis data hasil survei kemiskinan makro yang dilakukan oleh BPS Kabupaten Situbondo.

Kepala BPS Situbondo, Ribut H Candra mengatakan, jika pada Maret 2023 lalu jumlah sebaran orang miskin sebanyak 82.062 orang sedangkan pada Maret 2024 sejumlah 80.017 orang.

"Prosentase sebarannya mengalami penurunan pada Maret 2023 11,90 persen turun menjadi 11,51 persen pada Maret 2024, ada penurunan sebanyak 0,39 persen sebaran warga miskin di kabupaten Situbondo," ujarnya Kantor Pemkab Situbondo, Rabu, 31 Juli 2024.

Lebih lanjut, Candra mengungkapkan, selain mengalami penurunan pada sebaran orang miskin, Kabupaten Situbondo juga mengalami perbaikan dalam pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan, pengangguran menurun, serta program-program intervensi pemerintah daerah sudah sangat bagus.

"Kalau kami fokusnya ke kemiskinan makro, dengan melakukan pengukuran pada ketidakmampuan penduduk dalam memenuhi kebutuhan secara layak dari makanan dan non makanan. Non makanan di sini seperti pembelian gas LPG dan kebutuhan non makanan yang lain, dalam artian pengukuran pengeluarannya," ungkapnya.

Tidak hanya itu, garis kemiskinan berdasarkan pengeluaran kabupaten Situbondo kata Candra berada di bawah Rp. 413.611. "Jadi kalau ada penduduk yang pengeluarannya di bawah Rp413.611 masuk dalam kategori miskin," tegasnya.

Candra menyampaikan, pemberian bantuan untuk mengurangi angka kemiskinan hanya bersifat sementara dibandingkan dengan pembukaan lapangan pekerjaan dan peningkatan SDM melalui pendidikan.

"Program intervensi pemerintah daerah sudah sangat bagus, namun demikian sebenarnya lebih baik memberikan pancing dan umpannya kepada masyarakat daripada memberikan ikannya secara langsung, contoh mungkin satu rumah satu sarjana atau mungkin pembukaan lapangan pekerjaan," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Karna Suswandi menjelaskan jika berdasarkan hasil yang disampaikan BPS tersebut, Kabupaten Situbondo mengalami pertumbuhan yang baik.

"Mari kita berpikir ke depan, sebagaimana disampaikan BPS saat ini kedalaman kemiskinan kita berada di 1,19 persen. Artinya kedepannya di tahun 2025 daya ungkit dan mendorong pengurangan kemiskinan di kabupaten Situbondo tidak terlalu besar," jelasnya.

Sedangkan untuk sebarannya kata Karna Suswandi, kabupaten Situbondo sangat kecil yaitu 0,19 persen. Sehingga dapat menjadi tanda-tanda yang baik bahwa penurunan kemiskinan bisa terus ditingkatkan.

"Jika intervensi yang digunakan tepat, maka pada tahun 2025 nanti kemiskinan kabupaten Situbondo bisa turun lebih banyak lagi," imbuh Bupati 57 tahun ini.

Berdasarkan data tersebut, sambung dia, Kabupaten Situbondo masih lebih tinggi penurunannya dibanding kota tetangga seperti Bondowoso, Jember, Lumajang, Probolinggo dan Pasuruan.

"Untuk lebih memaksimalkan, saya sudah meminta bapak Sekda berkoordinasi dengan BPS terkait pada bagian intervensi mana yang perlu ditingkatkan. Yang pasti prioritas program kabupaten Situbondo ke depan adalah padat karya, karena dengan padat karya bisa memperkerjakan banyak tenaga kerja di kabupaten Situbondo sehingga peningkatan ekonomi masyarakat juga turut meningkat," pungkasnya.

 

(PROKOPIM Situbondo)


Dibaca : 173X