Pemkab Situbondo Salurkan Insentif untuk 5.703 Kader Posyandu
SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten Situbondo memastikan penyaluran insentif kepada 5.703 kader Posyandu yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dasar masyarakat di seluruh desa dan kelurahan.
Langkah ini merupakan bentuk penghargaan terhadap peran penting para kader dalam mendukung kesehatan ibu dan anak di wilayah Kabupaten Situbondo.
Penyaluran insentif tersebut akan dilakukan setelah pengesahan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun 2025. Total anggaran yang disiapkan oleh Pemkab Situbondo untuk program ini mencapai Rp2,8 miliar.
“Kebijakan ini sudah mendapatkan arahan langsung dari Bapak Bupati dan telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) bagi para kader yang berhak menerima,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, Dr. Sandy Hendrayono, pada Selasa (6/8/2025).
Kenaikan Insentif Direncanakan Tahun Depan
Sebagai bentuk apresiasi lanjutan, Pemkab Situbondo juga berencana menaikkan besaran insentif kader Posyandu pada tahun 2026. Insentif akan ditingkatkan menjadi Rp600 ribu dan disalurkan dalam dua tahap.
“Peningkatan ini menunjukkan keseriusan kami dalam memperkuat peran kader sebagai ujung tombak layanan kesehatan masyarakat, khususnya pada program imunisasi dan pemantauan tumbuh kembang anak,” jelas Sandy.
Proses Verifikasi Ketat Demi Tepat Sasaran
Agar insentif diberikan kepada pihak yang benar-benar berhak, Dinas Kesehatan akan melakukan verifikasi ulang terhadap seluruh penerima. Verifikasi ini mencakup status keaktifan kader, termasuk identifikasi kader yang telah pindah domisili atau meninggal dunia.
“Data terus kami perbarui. Jika ada kader yang sudah tidak aktif, maka akan digantikan oleh kader baru yang memenuhi syarat,” tambahnya.
Dalam kesempatan terpisah, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan pentingnya menjaga netralitas kader Posyandu menjelang masa pemilu.
Ia meminta para kader untuk tetap fokus pada pelayanan dan tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis.
“Kader Posyandu cukup fokus melayani masyarakat. Urusan politik serahkan kepada saya, Mbak Ulfi, dan teman-teman partai,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Rio.
Mas Rio juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan perangkat desa agar tidak terbawa arus politik, dan tetap menjadikan pelayanan masyarakat sebagai prioritas utama.
Sebagai bagian dari komitmen di bidang kesehatan, Pemkab Situbondo terus memperkuat upaya penanganan stunting melalui pendekatan lokal.
Bupati Rio menyebut bahwa pihaknya telah menggandeng ahli gizi untuk mengembangkan produk berbahan dasar daun kelor (maronggi) yang kaya nutrisi dan mudah dikonsumsi masyarakat.
“Kita akan fokus pada pengembangan produk dari kelor dalam berbagai varian. Ini adalah solusi lokal untuk masalah nasional,” pungkas Mas Rio.
Dibaca : 532X



Pemerintah Kabupaten Situbondo