Pemkab Situbondo Punya Inovasi Rumah Berantas, Diresmikan Langsung Oleh Mas Rio
06 May
Pemkab Situbondo Punya Inovasi Rumah Berantas, Diresmikan Langsung Oleh Mas Rio

SITUBONDO - Pemkab Situbondo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mempunyai inovasi baru. Yakni Rumah Berantas.

Inovasi di bidang kesehatan tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Selasa, 06 Mei 2025.

Dalam kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Mas Rio ini mengatakan, Rumah Berantas tersebut disediakan untuk mendukung program Universal Health Coverage (UHC) yang telah berjalan di Kabupaten Situbondo.

"Petugas yang ada di Rumah Berantas ini siaga penuh selama 24 jam. Nantinya, mereka menerima laporan dan keluhan dari masyarakat, sekaligus juga mengaktifkan layanan ambulans secara gratis,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Mas Rio menyampaikan, pelayanan kesehatan dari sistem lama akan dialihkan ke sistem baru yang diterapkan di Rumah Berantas. Oleh karenanya, Dinkes Situbondo diminta untuk memberikan pelatihan kepada direktur rumah sakit dan kepala Puskesmas agar memahami sistem baru tersebut.

"Sebab, di masa transisi ini, dari sistem pelayanan kesehatan sebelumnya ke Rumah Berantas, banyak hal yang perlu diorientasikan ulang. Pada pertemuan tadi sudah kami sampaikan untuk mengumpulkan semua direktur rumah sakit dan kepala Puskesmas, yang nantinya akan kita latih,”tegas Bupati Situbondo.

Di sela-sela peresmian Rumah Berantas, Mas Rio menyempatkan diri untuk meninjau Baksos operasi katarak dan pemberian kacamata gratis dengan tema Soca Terak (Sinergi Melayani Masyarakat Situbondo, Cegah Kebutaan dengan Operasi Katarak). Baksos tersebut menyasar sekitar 800 masyarakat.

"Saya melihat pesertanya sangat membludak. Saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan agar kegiatan serupa ke depan dibagi tiga titik. Yakni di wilayah barat di Besuki, tengah di Kantor Dinas Kesehatan, dan di timur di Asembagus. Hal ini untuk mempermudah akses masyarakat," tegas Mas Rio.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, dokter Sandy Hendrayono menyatakan, kegiatan Baksos Soca Terak ini berlangsung selama tiga hari.“Untuk hari pertama, kami melayani pasien yang sudah terdata. Jumlahnya mencapai 800 orang dengan berbagai keluhan," katanya.

dokter Sandy merinci, dari 800 pasien tersebut, sekitar 300 orang mengalami gangguan mata katarak. Kemudian 500 orang lainnya menderita penyakit mata lain dan membutuhkan kacamata.

"Jumlah penderita katarak di Situbondo berdasarkan data yang kami himpun masih cukup tinggi ya, yakni ada sekitar 7.000 kasus. Dari jumlah itu, ada yang belum matang dan ada yang sudah matang. Yang kami operasi hari ini adalah pasien yang kataraknya sudah matang, artinya sudah tidak bisa melihat sama sekali," beber Mantan Direktur RSUD Besuki ini.

 

(Diskominfo Situbondo)


Dibaca : 42X