Pemkab Situbondo Percepat Pemetaan Lahan Pertanian
12 Jun
Pemkab Situbondo Percepat Pemetaan Lahan Pertanian

SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) setempat mempercepat pemetaan lahan potensial untuk ditanami padi. Langkah tersebut dilakukan sebagai strategi mengejar target perluasan penanaman pangan.

Kepala Dispertangan Situbondo, Dadang Aries Bintoro mengatakan, bahwa target keseluruhan lahan persawahan di Kabupaten Situbondo seluas 65.133 hektare, namun realisasi tanam masih di bawah ekspektasi. Oleh karena itu, pemetaan lahan dan optimalisasi potensi terus digencarkan.

"Ada strategi utama untuk mencapai ketertinggalan ini, yakni target luasan tanam. Kami menerapkan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian,”ujarnya, Kamis, 12 Juni 2025.

Lebih lanjut, Dadang menyampaikan, bahwa intensifikasi ini dilakukan dengan mengoptimalkan lahan yang sudah tersedia. Hal itu didukung oleh bantuan mesin pompa dari pemerintah pusat dan peningkatan indeks tanam petani agar tidak hanya panen sekali, akan tetapi dua kali dalam setahun.

Sementara itu, kata Dadang, strategi ekstensifikasi dilakukan dengan identifikasi lahan tidak produktif yang bisa dimanfaatkan. Menurutnya, saat ini proses pemetaan telah menyasar sembilan kecamatan di Kabupaten Situbondo.

"Kita petakan lahan-lahan yang sebelumnya tidak digunakan untuk pertanian, agar bisa dimanfaatkan. Ini bagian dari upaya kita agar target luas tanam bisa tercapai,”tegasnya.

Dipertangan Situbondo, sambung Dadang, juga mengajukan usulan ke pemerintah terkait penyediaan kebutuhan air. Usulan tersebut mencakup pembangunan sumur dangkal dan sumur dalam guna menunjang sistem irigasi petani di daerah-daerah yang mengalami kesulitan air.

"Ketersediaan air menjadi kunci utama. Kita usulkan program sumur dangkal dan sumur dalam agar petani tidak kesulitan air, terutama saat musim kemarau,” jelas Dadang.

Selain fokus pada pengairan, Dispertangan juga mendukung penuh program prioritas Bupati Situbondo tentang kemandirian pupuk. Dalam hal ini, petani dibina untuk memahami penggunaan pupuk berimbang dan diajari membuat pupuk organik sendiri.

"Petani kita latih agar bisa mandiri dalam hal pupuk. Tidak hanya mengandalkan subsidi pupuk, tapi juga mampu membuat pupuk organik sendiri,”tegasnya.

Langkah-langkah itu, Dadang berharap, bisa menjadi solusi terhadap tantangan pangan di Kabupaten Situbondo. "Ini sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap bantuan eksternal yang sering terlambat atau tidak merata," pungkas Mantan Kepala Diskominfo Situbondo itu.

(Diskominfo Situbondo)


Dibaca : 77X