Kukuhkan Pengurus KKD Situbondo, Bung Karna Ajak Perangi Informasi Hoax
09 Jun
Kukuhkan Pengurus KKD Situbondo, Bung Karna Ajak Perangi Informasi Hoax

SITUBONDO - Bupati Situbondo, Karna Suswandi mengajak Pengurus Komite Komunikasi Digital (KKD) Kabupaten Situbondo Periode 2023-2024 untuk memerangi informasi hoax yang beredar di masyarakat. Sehingga kondusifitas di Kota Santri Pancasila tetap terjaga. 

 

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati yang akrab disapa Bung Karna ini saat menyampaikan sambutan dalam pengukuhan Pengurus KKD Kabupaten Situbondo Periode 2023-2024, Jumat (9/6/2023). Acara tersebut berlangsung di Pendopo Aryo Situbondo. 

 

"Keberadaan KKD ini betul-betul menjadi sesuatu yang penting bagi kita. Karena memang di saat seperti ini di mana dunia digital sudah tidak ada batasan untuk menyampaikan informasi," ujar Bupati Situbondo. 

 

Lebih lanjut, pria asal Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa ini mengaku, sudah pernah menerima informasi hoax. Yakni terkait bencana kekeringan yang melanda Dusun Sucangan Barat, Desa Kalisari, Kecamatan Banyuglugur. 

 

"Saya baca itu jam 22.43 WIB. Kemudian saya telfon BPBD siapkan satu tangki air. Dan saya telfon PDAM langsung nyambung, saya suruh juga menyiapkan satu tangki air," imbuhnya. 

 

Bung Karna menuturkan, sekitar pukul 23.45 WIB, dirinya dan rombongan berangkat ke lokasi dengan membawa dua truk tangki masing-masing berkapasitas 7.000 liter. "Perjalanan ke Desa Kalisari dua jam. Jadi jam 01.00 lewat saya sampai sana. Sampai di sana Bu Kades bingung. Di mana Pak Bupati ada kekeringan? Di sini ini airnya lancar-lancar saja, tidak ada orang yang kekurangan air (kata Bu Kades -red)," bebernya. 

 

Akhirnya Bung Karna bertemu dengan orang yang memberikan informasi hoax di media sosial terkait bencana kekeringan di Desa Kalisari tersebut. "Sekecil apapun informasi yang berkaitan dengan air minum itu sampai ke Bu Gubernur. Seperti di Jatisari dulu itu. Berdasarkan pengalaman itu, apalagi di video tersebut panggil-panggil Pak Presiden lagi. Pak Jokowi yang terhormat di sini terjadi kekeringan. Ya Allah saya sampai sana ternyata airnya banyak, bahkan digunakan untuk menyiram tembakau, benar itu. Dan orang yang laporan itu tandon airnya penuh. Padahal laporan siang, malam sudah penuh," tegasnya. 

 

Bung Karna optimis, dengan adanya KKD Situbondo ini bisa mengurangi informasi hoax yang terjadi di masyarakat Kota Santri Pancasila. "Sehingga ke depan berita atau informasi bisa disaring sedemikian rupa. Ini penting di dalam rangka membangun Kabupaten Situbondo," pungkasnya. 

 

Sementara itu, Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin menjelaskan, Pengurus KKD Situbondo merupakan, KKD ketujuh yang terbentuk di Jawa Timur. "Pertama itu adalah KKD Kabupaten Sumenep, kedua KKD Kabupaten Tuban, ketiga KKD Kabupaten Jember, keempat KKD Kabupaten Madiun, kelima KKD Kabupaten Pacitan, keenam KKD Kabupaten Malang, dan ketujuh KKD Kabupaten Situbondo," ucap perempuan asal Kabupaten Situbondo ini. 

 

Di tempat yang sama, Ketua KKD Kabupaten Situbondo, Dadang Aries Bintoro mengungkapkan, total ada 29 Pengurus KKD Kabupaten Situbondo yang terdiri dari lintas sektor. "Dengan adanya KKD Kabupaten Situbondo ini kami akan fokus pada meningkatkan literasi digital yang mencakup pemahaman tentang teknologi digital, penggunaan internet, keamanan online dan penilaian informasi," terangnya. 

 

Pria yang menjabat sebagai Kepala Diskominfo Situbondo ini menerangkan, dengan adanya KKD Situbondo ini juga diharapkan bisa mengedukasi masyarakat. "Khususnya pemahaman tentang etika digital yang mencakup perilaku dan interaksi online yang menghormati serta mematuhi norma-norma sosial sebelum membagikan informasi," tutupnya. 

 

(Prokopim Situbondo)


Dibaca : 272X