Bupati Situbondo Panen Kopi Kayumas Bareng Ratusan Petani
20 Jun
Bupati Situbondo Panen Kopi Kayumas Bareng Ratusan Petani

SITUBONDO - Bupati Situbondo, Karna Suswandi bersama Ketua TP-PKK Juma'ati, Wabup Nyai. Khoirani, Sekdakab Wawan Setiawan serta ratusan petani kopi di Kecamatan Arjasa memanen kopi arabika di Dusun/Desa Kayumas, Kamis, 20 Juni 2024. Kegiatan itu bertajuk "Molong Kopi Sareng Bupati".

Di hadapan para petani kopi, Bupati 57 tahun ini mengajak, mereka untuk menjaga kualitas kopi arabika. Sehingga kualitasnya tetap terjaga dengan baik. "Jangan dipanen merah dan hijau ya, usahakan yang merah saja agar kualitas kopi arabika tetap terjaga," ucapnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Bung Karna ini mengatakan, kualitas kopi sepenuhnya menjadi tanggungjawab para petani, sehingga komitmen petani untuk memperlakukan kopi sesuai SOP menjadi sangat penting.

"Kopi Kayumas ini sudah menjadi komoditas ekspor. Oleh karena itu, ayo bertani dengan baik, jaga kualitas kopi, biar eksportir terus membeli kopi Kayumas. Sehingga kesejahteraan petani meningkat," pintanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo, Dadang Aries Bintoro menyampaikan, kegiatan "Molong Kopi Sareng Bupati" menjadi sarana prasarana industri kopi lokal menuju global. "Molong kopi sareng bupati ini juga menjadi sarana silaturrahmi antara Pemkab Situbondo dengan petani kopi di Desa Kayumas," bebernya.

Menurutnya ada beberapa tempat yang menjadi sentra kopi di Kabupaten Situbondo. Yakni di Desa Kayumas sendiri, Dusun Taman Dadar, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Kecamatan Sumbermalang, Kecamatan Jatibanteng, dan Kecamatan Mlandingan. "Ada sebanyak 7.526.800 pohon kopi yang tumbuh di atas lahan 335.492 hektar," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu petani Kopi Kayumas, Dedi menjelaskan, harga kopi arabika basah Kayumas mengalami kenaikan. Dari yang awalnya Rp14 ribu per-kilogram menjadi Rp16 ribu per-kilogram.

"Untuk satu hektare lahan pertanian kopi di sini mampu menghasilkan tiga sampai empat ton kopi basah atau istilahnya itu gelondongan. Musim panen sendiri, mulai bulan ini sampai empat bulan ke depan," terang pria 40 tahun ini.


(Prokopim Situbondo)


Dibaca : 52X