Bupati Situbondo Minta Petani Gunakan Pupuk Secara Berimbang
04 Dec
Bupati Situbondo Minta Petani Gunakan Pupuk Secara Berimbang

SITUBONDO - Bupati Situbondo, Karna Suswandi meminta para petani di Situbondo untuk menggunakan pupuk secara berimbang. Hal tersebut disampaikan oleh pria 54 tahun ini saat membagikan pupuk urea gratis kepada para petani di Kecamatan Sumbermalang, Sabtu (4/12/2021). Yakni di Desa Alas Tengah, Taman, Baderan, Tlogosari dan Plalangan.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Haryadi Tejho Laksono, Kabid Tanaman Pangan, Basmalah, Camat Sumbermalang dan Kades beserta perangkatnya.

 

Pria yang akrab disapa Bung Karna ini mengatakan, tujuan dari penggunaan pupuk secara berimbang tersebut untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk urea bersubsidi di Situbondo. "Stok pupuk urea bersubsidi untuk masa taman pertama masih tersisa sekitar 2000 Ton. Dan 1751 Ton ada di Gudang Penyangga Pupuk (GPP) Kalibagor," ucapnya.

 

Bapak dua anak ini menjelaskan, penggunaan pupuk secara berimbang sangat baik untuk kesuburan tanah dan tanaman pertanian menjadi bagus. "Kalau terus-menerus bapak-ibu menggunakan pupuk urea, maka kesuburan tanah akan berkurang. Karena ketergantungan pada satu jenis pupuk," ujarnya.

 

Bung Karna mengungkapkan, fungsi pupuk urea tersebut hanya menghijaukan daun tanaman pertanian saja. "Jadi harus memakai pupuk NPK agar akar tanaman menjadi kuat. Pupuk ZA agar tahan terhadap hama dan penyakit, TSP supaya bulir padi atau butiran jagung menjadi banyak. Kemudian Petroganik untuk memperbaiki unsur hara tanah," tegasnya.

 

Pria asal Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa ini menyampaikan, stok pupuk bersubsidi jenis ZA, SP 36, Phonska dan Petroganik masih aman. "Hingga tanggal 19 Nopember 2021, pupuk ZA tersisa sekitar 2366 Ton, SP 36 tersisa sekitar 746 Ton, Phonska ada sekitar 2526 Ton dan Petroganik tersedia sekitar 333 Ton. Semua ada di Gudang Penyangga Pupuk (GPP) Kalibagor dan Arjasa," tukasnya.

 

Ditempat yang sama, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Situbondo, Basmalah menyampaikan, untuk menambah stok pupuk urea bersubsidi dari pemerintah pusat, pihaknya sudah mendaftarkan 36.000 Hektar lahan pertanian ke e-RDKK. 

 

"Kemarin masih di angka 10.000 Hektar yang terdaftar. Berkat kerja keras PPL bisa sampai 36.000 Hektar. Sehingga tahun depan kita harapkan tidak ada lagi kelangkaan pupuk," pungkasnya. (Humas & Protokol).


Dibaca : 242X