Bupati Situbondo Gandeng Sungai Watch Kampanyekan Bersih Sungai dan Pantai di Besuki
09 Apr
Bupati Situbondo Gandeng Sungai Watch Kampanyekan Bersih Sungai dan Pantai di Besuki

SITUBONDO - Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, bersama komunitas lingkungan Sungai Watch dan siswa sekolah dasar menggelar aksi bersih-bersih sampah di sungai dan pesisir Pantai Besuki, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye peningkatan kesadaran lingkungan, khususnya terkait persoalan sampah plastik yang dinilai masih menjadi masalah utama di Situbondo.

“Memang sudah beberapa kali kita lakukan ini. Kebetulan kemarin kami kedatangan teman-teman aktivis Sungai Watch dari Bali yang berencana lari seribu kilometer lebih dari Bali ke Jakarta untuk kampanye bersih-bersih sungai dan pantai,” kata Bupati Rio.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga difokuskan pada edukasi sejak dini kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

“Ini memang pembangunan kesadaran, pendidikan dini tentang ekologis,” ujarnya.

Bupati Rio mengakui, persoalan sampah plastik menjadi tantangan serius di daerahnya. Pemerintah daerah pun mulai mendorong pengurangan penggunaan plastik, termasuk melalui kebijakan kantong organik.

“Sampah plastik ini yang sangat mengganggu ekologi di Situbondo. Kita ingin bukan langsung berhenti, tapi mengurangi. Tidak setiap membeli sesuatu harus pakai plastik, bisa bawa dari rumah dan dipakai berkali-kali,” katanya.

Ia menambahkan, regulasi terkait pengendalian kantong plastik sebenarnya sudah ada sejak 2018. Namun, implementasinya masih perlu disesuaikan dengan kondisi pelaku usaha mikro.

“Tidak bisa tiba-tiba, karena ada kelompok mikrobisnis yang masih butuh plastik. Kantong organik salah satu solusi, tapi industrinya, penerimaannya, dan harganya juga masih perlu kita siapkan,” ujarnya.

Sementara itu, Co-Founder Sungai Watch, Gary Bencheghib, menyebut pihaknya telah lama fokus pada isu lingkungan, khususnya pencemaran sungai.

“Kita sudah hampir 20 tahun lebih tinggal di Bali dan dari usia 16 tahun sudah concern ke lingkungan hidup. Sungai Watch ini proyek yang kita mulai sekitar enam tahun lalu, khusus untuk membersihkan sungai,” kata Gary.

Ia menuturkan, latar belakang gerakan tersebut berawal dari keresahan melihat kondisi laut yang semakin tercemar sampah plastik.

“Setiap kali kita ingin renang di laut, banyak plastik kresek. Semakin tahun, semakin parah di Indonesia,” ujarnya.

Senada, Sam Bencheghib menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan isu global yang terjadi di berbagai daerah.

“Ini bukan satu daerah saja, tapi global. Kita mulai lari dari Bali ke Banyuwangi, sekarang Situbondo, dan semua kabupaten ada masalah sampah,” katanya.

Melalui program “Run for Rivers”, mereka menempuh perjalanan sekitar 1.200 kilometer dari Bali menuju Jakarta sembari melakukan aksi bersih-bersih dan berdialog dengan pemerintah daerah.

“Setiap hari kita ketemu pemerintah, turun ke sungai untuk bersih-bersih, dan ketemu komunitas. Jadi ini bukan cuma lari, tapi mau dengar dan melihat langsung masalah sampah di tiap daerah,” ujar Sam.

Ia juga menekankan bahwa sebagian besar sampah laut berasal dari sungai.

“Sekitar 80 persen sampah di laut itu datang dari sungai. Itu kenapa kita fokus di sungai, supaya plastik tidak sampai ke laut,” katanya.

Hingga saat ini, Sungai Watch telah memasang lebih dari 400 titik penghalang sampah (trash barrier) di berbagai wilayah, termasuk Bali, Banyuwangi, dan Sidoarjo.

“Setiap menit ada satu dump truck sampah masuk ke laut kalau kita diam. Ini misi berat, tapi dengan dukungan pemerintah daerah seperti di Situbondo, kita optimistis bisa memperluas gerakan ini,” ujarnya.

 

(Diskominfo Situbondo)


Dibaca : 11X