ASN Situbondo Mulai Gunakan Odheng Jengger di Hari Kamis
01 Apr
ASN Situbondo Mulai Gunakan Odheng Jengger di Hari Kamis

SITUBONDO- Mayoritas ASN laki-laki di Pemerintah Kabupaten Situbondo mulai menggunakan Odheng Jengger di Kamis pertama bulan April 2021.

Hal ini menyusul adanya pernyataan dari Bupati Situbondo Karna Suswandi, tentang diwajibkannya penggunaan Odheng Jengger tiap kamis.

Kemudian diikuti dengan Surat Edaran Bupati Situbondo nomer 430/30/431.004.2/2021, per tanggal 29 Maret 2021 tentang 'Penggunaan Odheng Jengger Situbondo'.

Dwi Setiyo, salah seorang ASN di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Situbondo, mengatakan, dirinya menyambut antusias penggunaan odheng khas Situbondo ini.

Selain untuk melestarikan budaya, katanya, kebijakan ini juga turut membantu pelaku UMKM Odheng Jengger lokal.

"Sekarang sudah diwajibkan ya makin bangga. Bisa 'pamer' juga ke orang luar Situbondo kan," ujarnya diikuti senyum bangga.

Kata Dwi, selama ini ia sudah memiliki dua koleksi Odheng Jengger. Yakni berwarna hijau dan biru dengan motif batik lokal, biota laut.

Namun, dirinya berencana akan menambah koleksi dengan membeli odheng buatan pelaku UMKM lokal.

"Ya kan sudah wajib, jadi mungkin nanti tambah koleksi lagi. Biar lebih variatif, nanti belinya ke pelaku UMKM sini," tuturnya.

Beda lagi dengan Husnul Khotimah, ASN perempuan Humas Pemkab setempat.

Ia menerangkan bahwa pegawai wanita tak diwajibkan untuk menggunakan Odheng Jengger.

Namun, dirinya tetap mendapat 'untung' dari kebijakan itu. Karena bisa turut membantu usaha penjualan Odheng Jengger milik temannya.

"Tadi saya bawa untuk dijual karena ada teman di kantor yang butuh. Kebetulan teman saya jualan odheng," ungkapnya.

Ia menerangkan odheng Jengger sendiri dijual dengan harga beragam. Yakni, dari Rp 40ribu hingga Rp 65ribu.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Situbondo Karna Suswandi meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), karyawan swasta dan BUMD yang ada di wilayahnya untuk menggunakan odheng Jengger setiap hari Kamis.

Ketentuan ini hanya tak menjadi wajib bagi para ASN wanita.

ASN Situbondo Menggunakan Odheng Jengger

Bung Karna menjelaskan bahwa ketentuan ini dilakukan untuk mempertahakan dan melestarikan budaya daerah.

“Ini untuk mempertahakan budaya daerah,” tutupnya.(Humas)


Dibaca : 240X